• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 28 Mei 2024

Tokoh

Sayyid Hamzah Syatho Sang Pemersatu Masyayikh (Bagian 1)

Sayyid Hamzah Syatho Sang Pemersatu Masyayikh (Bagian 1)
Foto Sayyid Hamzah Syatho yang sudah melalui proses editing. (Foto: Fb Sayyid Hamzah Syatho)
Foto Sayyid Hamzah Syatho yang sudah melalui proses editing. (Foto: Fb Sayyid Hamzah Syatho)

Pada hari Jumat, tanggal 28 April 2023 kemarin, saya bertemu dengan santri pengamal Tarekat Naqsabandi asal Jakarta yang sedang berburu kisah Sayyid Hamzah Syatho pada guru alfaqir KH Minanur Rochman Pengasuh Pondok Al-Taroqqi.


Pasalnya ia penasaran dengan Sayyid Hamzah Syatho bin Abdillah Syatho bin Umar Syatho (saudara pengarang Ianatuttholibin Sayyid Bakri) yang sering disebut-sebut kakek gurunya Sayyid Muhamad Izzi Mursyid Thoriqoh Naqsabandiyah. 


Guru alfaqir KH Minanur Rochman dengan santai dan diselingi canda bercerita tentang beliau. 


Mbah Ndoro, demikian panggilan akrab Sayyid Hamzah adalah seorang yang alim, wira'i, dan zuhud.


Namun karena khumulnya beliau tidak kerso (tidak berkenan) ngimami shalat apalagi mulang (ngajar), yang beliau lakukan setiap kali jamaah hanyalah menata shaf sampai beres.


Mungkin hal itu sudah dirasa cukup dengan kehadiran ulama Sedan yang 'allamah, sebut saja Kiai Zawawi abah guru alfaqir, Mbah Thoyyib kakek guru alfaqir, Mbah Nahrowi bin Ustman, dan lain-lain.


Yang Mbah Ndoro lakukan justru sering mengundang masyayikh untuk mayoran (liwetan atau makan-makan bersama). 


Sehingga dengan seringnya bertemu dalam acara liwetan yang diprakarsai Mbah Ndoro tersebut para masyayikh tampak guyup rukun.


Mbah Ndoro kemudian menginisiasi majma'ul masyayikh dengan mendeklarasikan Mbah Nahrowi sebagai syaikhul masyayikh Sedan, Rembang yang diamini oleh para masyayikh tersebut, sehingga semua keputusan keagamaan harus tertashih dulu oleh Mbah Nahrowi.


Mungkin karena faktor sejarah inilah kiai Sedan sampai turun temurun selalu menjaga kerukunan.


Di tahun 90-an dan 2000-an, alfaqir masih menyaksikan almarhum KH Haizul Ma'alilah yang dianggap syaikhul masyayikh, sehingga semua masyayikh menaruh hormat.


Tokoh Terbaru