• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 27 Februari 2024

Tokoh

Sahabat Amr bin Ash dan Sejumlah Kariernya di Militer

Sahabat Amr bin Ash dan Sejumlah Kariernya di Militer
KH Wazir Ali bersama istri ziarah makam Makam Sahabat Amr bin Ash. (Foto: Dok KH Wazir Ali)
KH Wazir Ali bersama istri ziarah makam Makam Sahabat Amr bin Ash. (Foto: Dok KH Wazir Ali)

Setelah selesai ziyarah ke sahabat Uqbah bin Amir ra, saya bergeser keluar. Sebelum pintu keluar itu, ada tulisan makam shahabat Amr bin Ash ra. Saya menoleh kiri-kanan, sampai keluar, tidak ada pintu masuk. Sampai sekarang masih penasaran, apakah makamnya jadi satu dengan sahabat Uqbah bin Amir atau tersendiri?


Pasalnya, waktu ziyarah ke makam sabahat Uqbah bin Amir, rombongan tidak masuk ke dalam, hanya di luar pembatas makam, dan saat itu lupa masuk ke dalam.


Di pintu keluar, di depan masjidnya juga tidak ada pintu masuk ke makam sahabat Amr bin Ash ra, yang ada bangunan rumah dengan tembok-tembok yang tinggi.


Akhirnya, hanya dengan beberapa rombongan saja. Yang lain sudah ke parkiran mobil, saya hanya salam saja, hadiah surat Al-Fatihah, tanpa tahlil, lalu berdoa, tawasul.


Pikiran saya masih menerka-nerka membayangkan jika seandainya di Indonesia, tentu makam ini menjadi makam pahlawan dengan bangunan yang indah.


Karena Amr bin Ash, maupun Uqbah bin Amir punya jasa besar dalam menaklukkan, mengislamkan Mesir dan sekitarnya.


Nama lengkap Sahabat Amr bin Ash adalah Abu Abdillah Amr bin Ash  Assuhami Al-Qurasyi Al-Kinani. Lahir pada tahun 47 sebelum hijriyah, atau tahun 45 sebelum hijriyah, versi lain, bertepatan dengan tahun 575 atau 577 masehi di Makkah.


Wafat pada tahun 43 hijriyah bertepatan dengan tahun 664 masehi malam 1 Syawal di Mesir.


Dia adalah Shahabat, panglima militer Muslim, salah satu dari empat panglima yang menaklukkan Syam (Siria), Mesir, dan gubernur pertama Mesir pasca penaklukan.


Istrinya bernama Ummu Kulsum binti Uqbah, Raithah binti Munabbih. Dikaruniai putra, yaitu Abdillah bin Amr bin Ash, Muhammad bin Amr bin Ash.


Sahabat Amr bin Ash dilahirkan dari pasangan Al-Ash bin Wa'il Assuhami dan Salma binti Harmalah. Ia punya saudara namanya Hisyam bin Al-Ash.


Karier Sahabat Amr bin Ash

Sahabat Amr bin Ash menjadi gubernur pertama pada masa Khilafah Rasyidah, dari tahun 640 - 646, pada masa Abdillah bin Saad bin Abi Sarj. Geburnur pertama pada masa daulah Umayyah, tahun 661- 664, pada masa Muhammad bin Abu Bakar dan Utbah bin Abi Sufyan.


Sahabat Amr bin Ash dikenal sebagai panglima militer, diplomat, negarawan dan pedagang.


Sahabat Amr bin Ash kerap terlibat langsung dalam sejumlah perang, sebagai berikut:

  1. Badar
  2. Uhud
  3. Khandaq
  4. Yarmuk
  5. Siffin
  6. ​​​​​​​Penaklukan Mesir
  7. Penaklukan Syam (Siria)
  8. Penaklukan daerah Maroko (Maghrib)


Perjalanan Hidup 

Dulu Amr ini termasuk bangsawan suku Quraisy di masa jahiliyah, ayahnya seorang pedagang, berdagang ke Syams, Yaman, Mesir dan ke Habasah (Ethiopia). Di kenal juga penunggang kuda yang terlatih.


Suatu saat pernah dikirim oleh bangsa Quraisy ke Ashimah Annajashi, Raja Habasah untuk kepentingan diplomasi, menolak kaum Muslimin yang hijrah ke Habasah. 


Amr bin Ash terlibat dalam perang badar melawan orang Quraisy, terlibat juga dalam perang Uhud, dan Khandaq. Ketika orang Quraisy kembali ke Makkah, setelah perjanjian Hudaibiyyah, dia pergi ke Habasah untuk berdakwah, ujungnya membuahkan hasil si Raja masuk Islam, di bawah kekuasaan Najasi, pada tahun 8 hijriyah. 


Kemudian pulang menuju Madinah dengan perahu. Di jalan bertemu dengan Khalid bin Walid dan Usman bin Thalhah. Hingga ketiganya masuk ke Madinah Al Munawarah pada bulan Shofar tahun 8 hijriyah, menyatakan keislamannya.


Setelah mengikrarkan masuk Islam dia diutus Rasulullah dalam Batalion perang Dzatissalasil, pada Jumadil Akhir tahun 8 hijriyah, kemudian dalam Batalion lain untuk menghancurkan berhala Suwa' pada bulan Ramadhan tahun 8 hijriyah setelah Fathul Makkah. 


Pada bulan Dzilhijjah tahun 8 hijriyah, didelegasikan oleh Rasulullah untuk mengislamkan dua Raja Oman (Jaifar dan Abbad dua putra Jalandri) dengan membawa surat ajakan masuk Islam dari Rasulullah saw.


Setelah masuk Islam, Amr bin Ash diangkat oleh Rasulullah sebagai gubernur yang bertugas mengelola zakat dan sedekah. Hal itu berlangsung dua tahun hingga Rasulullah saw wafat.


Di Masa Abu Bakar

Di masa pemerintahan Abu Bakar, beliau mengangkat Amr bin Ash sebagai panglima militer dalam pertempuran memerangi orang murtad (Harbi Riddah).


Kemudian didelegasikan untuk menaklukkan Palestina dengan 6000/ 7000 pasukan. Bergabung dalam perang Ajnadin di bawah pimpinan Khalid bin Walid.


Terlibat juga dalam perang Fahl dan pengepungan Damaskus. Dalam perang Yarmuk, dia memimpin perang dalam sayap kanan. Kemudian menaklukkan wilayah afrika (Sabsatiyyah, Nablus dan sekitarnya). 


Turun ke daerah selatan, menaklukkan Rafah dan Asqolan, juga menaklukkan Ghaza, di masa Abu bakar.


Berhasil mengepung Qoishoriyyah, lalu mengepung Baitul Maqdis, di situ bergabung dengan Abu Ubaidah bin Jarrah.


Dia di bawah kepemimpinan Abu Ubadah bin Jarrah.


Ketika terserang penyakit tha'un  yang menyebabkan wafat, dia diangkat untuk menggantikan Abu Ubaidah di wilayah Syam.


Di Masa Khalifah Umar

Di masa khalifah Umar ra, Amr bin Ash menawarkan diri untuk menaklukkan Mesir, memohon kepada Umar ra agar berkenan melakukan ekspedisi ke Mesir, lalu berangkatlah ke Mesir, kemudian menaklukkan Arisy, bahkan sampai ke Firma, lalu ke Balbis.


Di sela-sela perjalanannya, dia menaklukkan Sanhur, dan Tunisia. Dia juga meminta bantuan kepada Umar ra agar mengirimkan ekpedisi di bawah pimpinan Zubair bin Awam, kemudian berhasil menguasai Fayumi dan bermarkas di Ain Syams.


Berlangsunglah peperangan Ain Syams dan berhasil mengepung benteng babilonia, hingga menyerah  ke tangannya pada tanggal 21 Rabi'ul Ahir tahun 20 hijriyah.


Dia berjanji untuk memberikan swaka keamanan kepada rakyat Mesir, kemudian menaklukkan Alexandria dan mengepungnya, berakhir dengan kesepakatan damai.


Kemudian bangsa Inggris keluar dari Mesir pada tanggal 1 Muharram tahun 21 hijriyah, juga memberikan swaka keamanan kepada mereka. 


Dengan berakhirnyaa bangsa Inggris di Mesir, lalu Amr bin Ash menjadi gubernur pertama di Mesir. Memilih Ibukota Mesir ke Fusthat yang notabene masih berupa lahan kosong, bukan memilih Alexandria.


Karena pertimbangan yang bisa diandalkan adalah militer darat, tidak punya kekuatan militer laut.


Jika memilih Alexandria, secara strategi bisa kalah jika ada serangan militer laut. Di Fusthat dia membangun Masjid Jami' yang kelak diberinama masjid Jami' Amr bin Ash, bahkan masjid pertama di Mesir.


Di Masa Usman

Dia dilengserkan oleh Usman tahun 24 hijriyah. Semula dia berada di barisan Muawiyah bin Abi Sufyan, dia termasuk pemimpin kekuatan militer dalam perang Shiffin, berhasil memainkan aktor politik yang andal ke kubu Muawiyah dalam masalah tahkim. Menyebabkan dia diangkat menjadi gubernur lagi di masa Muawiyah.


Sahabat Amr bin Ash wafat pada malam hari raya tahun 43 hijriyah. Dimakamkan di Mesir di dekat Jabal Muqottom. Usianya 88 tahun. 


Dia dikenal dengan kecerdasan atau kecerdikan, kepiawaian dalam perang, baik sebelum maupun sesudah Islam. Dikenal juga sebagai sastrawan hebat yang fasih menguntai kalimat.


*Ditulis oleh KH Wazir Ali, Pengasuh Asrama Putri Suanan Ampel Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang dalam Catatan Perjalanan Ziarah Ulama-Aulia Mesir.


Tokoh Terbaru