• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 23 Februari 2024

Daerah

1 ABAD NU

Ketika Belanda Mencurigai Berkumpulnya Para Ulama Saat Hendak Mendirikan NU

Ketika Belanda Mencurigai Berkumpulnya Para Ulama Saat Hendak Mendirikan NU
Ning Safira Mahrusah, Cicit KH Wahab Hasbullah saat menceritakan sejarah berdirinya NU di Seminar Internasional. Foto: Tambakberas TV
Ning Safira Mahrusah, Cicit KH Wahab Hasbullah saat menceritakan sejarah berdirinya NU di Seminar Internasional. Foto: Tambakberas TV

NU Online Jombang,

Ada banyak hal menarik menjelang berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), salah satunya ialah ketika seluruh Kiai dan Ulama se-Jawa dan Madura hendak menggagas berdirinya NU di kediaman KH Wahab Hasbullah di Bubutan, Surabaya.

 

Berdirinya NU sezaman dengan masa penjajahan Belanda. Dan masa itu, ketika pribumi hendak mengadakan suatu perkumpulan, maka selalu dicurigai dan dikawal ketat oleh pemerintah Belanda. 

 

"Di sana waktu itu, Belanda mencurigai banyak hal, mau ada apa kok banyak Ulama berkumpul? Dicurigai macam-macam lah," kata Ning Safira Mahrusah, Cicit KH Wahab Hasbullah pada Seminar Internasional Komite Hijaz di Pendopo Kabupaten Jombang, Ahad (05/02/2023).

 

Namun, entah siapa saat itu yang bicara. Disebutkan kepada pemerintah Belanda, bahwa Para Ulama berkumpul hanya untuk memperingati haulnya Kiai Kholil Bangkalan. Karena di situ banyak sekali murid dari Mbah Kholil. 

 

"Jadi ini mau di-haulkan, di-tahlili. Akhirnya Belanda oke, tidak apa-apa. Diadakanlah yang namanya tahlilan betul itu di rumahnya Mbah Wahab. Tetapi mereka (Belanda) tidak tahu akal kecilnya Mbah Wahab cs," ujarnya. 

 

Lalu apa yang terjadi? Lanjut Ning Safira, di belakang rumah Mbak Wahab itu ada sebuah ruangan. Di sana kemudian para Kiai itu merumuskan berdirinya NU. Dan sehari setelah itu diputuskan bahwa NU berdiri pada tahun 1926.


Daerah Terbaru