• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 23 Februari 2024

Daerah

HARI SANTRI 2022

Teladani Perjuangan Ulama, IPNU-IPPNU Mojowarno Tapak Tilas ke Makam Muassis NU

Teladani Perjuangan Ulama, IPNU-IPPNU Mojowarno Tapak Tilas ke Makam Muassis NU
Tapak tilas IPNU-IPPNU Mojowarno Jombang ke makam para muassis NU. (Foto: NU Online Jombang/Achmad Subakti)
Tapak tilas IPNU-IPPNU Mojowarno Jombang ke makam para muassis NU. (Foto: NU Online Jombang/Achmad Subakti)

NU Online Jombang,
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang tapak tilas ke makam pendiri IPNU dan muassis NU di wilayah Jombang.


Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta pengurus PAC menggunakan kendaraan elf dan mobil. Dan berangkat melalui kantor Majlis Wakil Cabang NU (MWCNU) setempat pada Ahad (23/10/2022). 


Ketua PAC IPPNU Mojowarno, Virna Ardila menjelaskan, tapak tilas ini adalah kegiatan tahunan untuk memperingati Hari Santri. Menurutnya, ini penting dilakukan agar para kader IPNU-IPPNU bisa mengenal sekaligus meneladani perjuangan para Ulama. 


"Tujuan kita yang pertama adalah ke makam KH Hasan Sanusi (Catakgayam), kemudian yang kedua ke Mbah Sayyid Sulaiman (Mojoagung), dilanjut ke pendiri IPNU KH Abdul Ghoni Farida (Sumobito) dan KH Sufyan Cholil (Peterongan). Kemudian dilanjut ke makam muassis NU KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syamsuri, dan terakhir KH M Hasyim Asy'ari," terangnya.
 

Virna, sapaanya melanjutkan, saat tapak tilas, dijelaskan tentang kiprah para tokoh agama pendahulu agar peserta paham bahwa memperjuangkan agama Islam memang butuh proses dan pengorbanan. Sehingga, kader IPNU-IPPNU lebih termotivasi untuk berjuang dan berproses di NU.


Sementara itu, ketua PAC IPNU Mojowarno, Rezki Amirullah berharap, kader IPNU-IPPNU bisa meneladani sifat dan semangat perjuangan para ulama melalui rekam jejaknya. Dengan demikian dapat melestarikan dan menghidupkan serta memeriahkan dan ikut serta dalam perjuangan NU.


"Kita berharap berjuang di NU maka dianggap menjadi santrinya Mbah Hasyim Asy'ari. Dan ingin didoakan menjadi santri beliau ketika mati menjadi husnul khatimah. Dan dari perjuangan yang ikhlas, kita berharap ada pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari semua perjuangan kita di NU di kemudian hari," pungkasnya.


Daerah Terbaru