• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 17 April 2024

Nasional

Di Harlah Ke-78 Muslimat NU, KH Miftakhul Akhyar Ajak Masyarakat Taat kepada Pimpinan

Di Harlah Ke-78 Muslimat NU, KH Miftakhul Akhyar Ajak Masyarakat Taat kepada Pimpinan
KH Miftakhul Akhyar dalam Harlah ke-78 Muslimat NU. (Foto: Dok. PBNU)
KH Miftakhul Akhyar dalam Harlah ke-78 Muslimat NU. (Foto: Dok. PBNU)

NU Online Jombang,

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar mengajak seluruh jajaran NU, badan otonom (banom) serta masyarakat luas untuk menghindari kekacauan, kegaduhan, dan taat pada pemimpin. 

 

Hal itu disampaikannya dalam sambutannya pada acara Harlah ke-78 Muslimat NU di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (20/01/2024). 

 

"Saya minta kepada jajaran NU beserta banomnya, mari berikan ketaatan, itu keindahan NU. Bukan karena pimpinan ingin ditaati. Karena ketaatan adalah modal besar," kata Kiai Miftah, sapaannya. 

 

Dalam NU yang berakidah Ahlussunah wal Jamaah, lanjut dia, warga akan selalu menunjukkan sikap dan taat kepada pimpinan. Mendengarkan dengan sesungguhnya dan menaati apa yang sudah jadi keputusan pemimpin.  

 

Pemimpin yang dimaksud menurut Kiai Miftah adalah bisa bermakna pimpinan organisasi, pimpinan negara, ulil amri, meskipun Indonesia bukan negara berdasarkan agama. Secara darurat pemimpin negara adalah pemimpin yang harus ditaati.

 

"Sehingga barang siapa yang menaati pemimpin dalam segala lapisan, maka Allah akan memuliakannya," tegasnya. 

 

Pengasuh Pesantren Miftakhus Sunnah Surabaya ini menyebut, apabila pemimpin sudah disepakati maka harus ditaati. Jika tidak sepakat dengan kebijakan atau keputusan maka jangan berkhianat. 

 

Menurutnya, barang siapa menghinakan para pemimpin, menyebarkan kabar buruk tentang pemimpin yang bertujuan merusak nama baiknya, meremehkan pemimpin maka Allah akan membalasnya. 

 

Dikarenakan, orang yang hobi menyebarkan kabar jelek, terhadap orang yang telah beriman kepada Allah, maka akan mendapatkan siksa berupa sanksi di dunia dan akhirat. 

 

"Karena ciri karakter orang NU, menyimpan rasa saudaranya. Apalagi kabar tersebut tidak valid, tanpa tabayun, klarifikasi," pungkasnya


Editor:

Nasional Terbaru