• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 25 September 2022

Daerah

Innalillahi, Mbah Amah Ketua Muslimat NU Mojowarno Pertama Wafat

Innalillahi, Mbah Amah Ketua Muslimat NU Mojowarno Pertama Wafat
Hj Masamah, Ketua Muslimat Mojowarno Pertama (Foto : NU Online/Annisa Rahma)
Hj Masamah, Ketua Muslimat Mojowarno Pertama (Foto : NU Online/Annisa Rahma)

NU Online Jombang,

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, berita duka datang dari keluarga besar Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jombang. Hj Mas'amah Ketua Muslimat NU pertama di Kecamatan Mojowarno meninggal dunia.

 

Wanita yang akrab disapa Mbah Amah tersebut wafat pada Sabtu (08/01/2022) pukul 16.30 WIB.

 

Kabar wafatnya Mbah Amah dibenarkan oleh Anas Tohuri, salah satu cucu almarhumah.

 

"Iya benar, Mbah Amah wafat tadi sore," kata pria yang akrab disapa Anas itu.

 

Baca juga: Perjuangan Hj Mas'amah, Ketua Muslimat NU Pertama di Mojowarno

 

Ia menjelaskan, almarhumah meninggal di usia 95 tahun di kediamannya di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno.

 

"Beliau wafat tidak dalam keadaan sakit, memang karena usia beliau yang sudah sepuh," jelasnya.

 

Jenazah Mbah Amah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Menganto.

 

Untuk diketahui, semasa berjuang sebagai ketua PAC Muslimat NU Mojowarno, Mbah Amah dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, tegas dan bersahaja. 

 

Mbah Amah berhasil membentuk 19 PR Muslimat NU di Kecamatan Mojowarno pada akhir kepengurusannya. Kepengurusan periode pertama di tahun 1967 hingga akhir periode tahun 2004, digunakannya untuk memperluas ranting-ranting.   

 

Mengabdi di usianya yang mencapai 95 tahun, Mbah Amah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan anak-anak dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Roudhotul Athfal (RA) Muslimat di sebelah rumahnya di Desa Menganto Kecamatan Mojowarno. 

 

Di lain waktu, ia juga masih mengisi pengajian ibu-ibu di wilayah Mojowarno. Nampaknya dunia dakwah dan sosial tak pernah lepas dan terus menjadi bagian penting dari hidupnya.

 

Kontributor : Annisa Rahma

Editor : Fitriana


Daerah Terbaru