Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Sejumlah Karakter Santri yang Sesungguhnya

Santri Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang. (Foto: Dok NU Jombang Online)
Santri Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang. (Foto: Dok NU Jombang Online)

Dalam menjalani kebaikan perlu istiqamah. Karena di antara tanda amal itu tidak diterima adalah ketika ditutupi (diikuti) dengan keburukan-keburukan. Kalau konsisten dengan amal kebaikan, maka itu tanda diterima.

Syiir lima obat hati dalam bahasa Arab dari dawuh Syekh Ibrahim al-Khawwash niku diubah jadi syiiran Jawa (Tamba Ati). Ini adalah istimewanya dakwah Walisongo

Hendaknya bagi pembelajar Qur'an berakhlak mulia. 

Yang bisa membersihkan hati itu adalah dengan membaca Qur'an dan zikrul maut (mengingati kematian).

Di antara akhlak mulia itu adalah berlaku zuhud. Putusnya ketergantungan hati kita pada dunia, itu dengan zuhud, yang kaitannya dengan keadaan hati. Jadi, kaya pun itu bisa zuhud. 

Tidak memiliki sesuatu, tapi kok eling terus iku yo hubbudunia (cinta dunia). Kayak cinta yang tak termiliki.

Akhlak mulia santri atau pembelajar Qur'an berikutnya adalah loman, termasuk dengan wajah berseri (senyum, ramah). Loman itu dibahasakan dengan sakha' dan jud. Apa perbedaannya? 

Sakha' itu loman yang sudah jadi watak (ghariziah), contohnya Kiai Aziz Bisri. Karena itu orang yang berkarakter sakha' itu ndak mungkin riya' (pamer). 

Jud itu ahli sedekah, tapi masih ada hitungannya. Berharap ada gantinya. Masih butuh dimaturnuwuni. Lawannya adalah al bukhl (medit). 

Sakha' itu lebih sempurna daripada jud. Setiap yang sakha' pasti jud, tapi tidak sebaliknya.

Itsarul ghayr (mengutamakan orang lain) itu bagian dari sakha', seperti sifatnya sahabat Ansor. Mengorbankan diri, untuk orang lain. Mau menanggung kesulitan demi orang lain

Lalu sifat berikutnya adalah al-hilmu (bijaksana). Kalau jadi pemimpin, maka ada dua karakter yang perlu dimiliki yaitu loman dan bijaksana.

Orang itu kecewa karena berharap kepada orang lain. Kalau gak ingin kecewa ya tak usah berharap. 

Aris itu artinya tidak tergesa-gesa dan hati-hati.

Sabar itu adalah mengendalikan diri dari kesusahan. Sabar itu berani mengalami kepahitan hidup, tanpa cemberut, apalagi nelongso

Di dunia ini jangan bercita-cita urusannya selesai. Karena masalah itu akan datang terus. 

Sabar sebagaimana disebutkan Imam Ghazali itu ada tiga, yaitu sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar atas ujian (musibah).

Catatan: Tulisan ini adalah intisari kajian kitab Kifayatul Atqiya (syarah nazam Hidayatul Adzkiya) Pengurus IKAPPMAM (Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif) dalam Halal bi Halal di Lamongan.

*Yusuf Suharto, alumni Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang