• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 14 Agustus 2022

Nyantri

Kamu Ingin Kuliah di Mesir? Simak Pengalaman Mahasiswa Mesir Asal Jombang Ini!

Kamu Ingin Kuliah di Mesir? Simak Pengalaman Mahasiswa Mesir Asal Jombang Ini!
Mahasiswa Al Azhar, Kairo, Mesir yang merupakan alumnus Mu'alimin Mu'alimat Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (Foto: Dok Muhib Jihad)
Mahasiswa Al Azhar, Kairo, Mesir yang merupakan alumnus Mu'alimin Mu'alimat Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (Foto: Dok Muhib Jihad)

NU Online Jombang,

Mesir merupakan salah satu negara yang sering menjadi incaran mahasiswa Indonesia. Tak sedikit pula santri asal Jombang yang menimba ilmu di Negara yang memiliki pusat peradaban Islam yang diiringi kemajuan ilmu pengetahuannya sejak berabad lampau ini.

 

Muhib Jihad adalah salah satunya. Muhib termotivasi untuk melanjutkan kuliah di Mesir karena melihat Mesir sebagai Negara yang penuh dengan sejarah. Mesir adalah potret peradaban dalam dunia keislaman.

 

"Ketika sampai di Mesir, saya baru tahu lebih banyak lagi. Dan semakin menyelaminya lebih dalam juga ketika mulai kuliah di Al Azhar," katanya.

 

Di Al Azhar Mesir, Tidak Ada Titip Absen

Menurut pria alumni Madrasah Mu'alimin Mu'alimat Bahrul Ulum Jombang ini, sistem perkuliahan di Mesir sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia. Jika di Indonesia, absensi sangat berperan dalam penentuan nilai kelulusan. Sementara di Mesir, absensi tidak berpengaruh.

 

"Kuliah di Al Azhar, Kairo, Mesir itu kita harus fokus pada banyak materi yang diberikan. Sebab, jika di Indonesia diberikan waktu 6 bulan, kalau di sini hanya 3 bulan untuk penguasaan materi. Jadi meskipun absen tidak berpengaruh, sadar diri harus masuk biar tidak tertinggal materinya," urainya.

 

Tidak Lulus Dua Kali, DO

Selain itu, lanjut dia, setelah mendapatkan materi selama 3 bulan, akan ada ujian yang dilangsungkan. Jika terdapat 3 mata kuliah yang tidak lulus, maka kita akan mengulang di semester tersebut. 

 

"Yang ngeri itu kalau kita tidak lulus 2 kali, hukumnya langsung DO (drop out). Walaupun ada juga opsi lain untuk pindah jurusan," jelasnya.

 

Pria asal Kesamben, Jombang ini mengatakan, meski setiap hari harus berkutat dengan mata kuliah yang cukup padat, mahasiswa di Al Azhar, Mesir, tidak memiliki kewajiban untuk membuat skripsi untuk syarat kelulusan.

 

Hanya saja, di beberapa jurusan tertentu, ada juga dosen yang menuntut mahasiswa untuk membuat bahts (skripsi) sebagai nilai tambahan dalam mata kuliah yang diujikan.

 

Tidak Perlu Bayar Uang SPP

Kuliah di Al Azhar, Mesir tidak perlu membayar SPP setiap bulan atau setiap semester. Hanya saja, setiap tahun ada biaya untuk daftar ulang sebesar 500-600 Le atau sekitar 465.000 rupiah.

 

"Selain membayar daftar ulang setiap tahun, kita harus membeli kitab dan buku yang dibutuhkan untuk perkuliahan sendiri," jelasnya.

 

Menurut Muhib, fasilitas yang didapatkan sederhana. Setiap mahasiswa bisa mengakses proyektor dan melahap buku di perpustakaan. Tapi jangan dibandingkan perpustakaan di Mesir dengan perpustakaan di Indonesia. Perpustakaan terbaik di Indonesia belum bisa dibandingkan dengan perpustakaan di Mesir yang memiliki daftar pustaka yang melimpah ruah.

 

Bisa Belajar di Perpustakaan Keren

Perpustakaan di Al Azhar memegang fungsi yang amat penting dalam sistem pengajaran di al-Azhar yang berupa lingkaran studi di dalam masjid (halaqah), diskusi-diskusi (niqasy), dan dialog (hiwar).

 

"Perpustakaan al-Azhar ini mencakup sistem dan metode modern untuk dokumen dan buku, laboratorium restorasi untuk dokumen arkeologi, dan menyediakan referensi ilmiah terbaru," urainya.

 

Ia menambahkan, perpustakaan Al-Azhar adalah harta karun, referensi dan muara yang penting bagi para peneliti dari seluruh dunia. Perpustakaan ini memiliki peran utama dan efektif dalam penyebaran budaya, ilmu-ilmu Islam, bahasa Arab dan ilmu-ilmu modern, serta pelestarian warisan Islam (turats) yang terdapat di dalamnya.

 

Sudah Banyak Alumni Al Azhar Asal Indonesia Yang Mengarang Kitab Sendiri

 

Muhib menjelaskan, banyak sekali mahasiswa Indonesia yang kini sudah menjadi alumni Al Azhar. Sebagian besar dari mereka mampu mengarang kitab sendiri.

 

"Kelebihan mahasiswa yang kuliah di Al Azhar itu adalah, pemahaman teoritiknya sangat matang. Kalau di Indonesia mungkin mahasiswanya lebih siap kerja ya karena yang dikedepankan adalah skill kerja. Sementara di Al Azhar Mesir, kami lebih banyak melakukan kajian-kajian sehingga secara teori lebih matang," papar mahasiswa tingkat dua Al Azhar, Mesir ini. 

 

"Disini ada terdapat sangat banyak kajian yang bisa diikuti oleh mahasiswa untuk menopang belajar di kampus. Ada kajian-kajian Syekh yang membahas fiqih, tasawuf, syariah islam, sejarah islam dan lain sebagainya di luar jam kuliah," pungkasnya.


Editor:

Nyantri Terbaru