• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 25 September 2022

Nyantri

Melihat Indahnya Sunset di Piramida Agung Giza

Melihat Indahnya Sunset di Piramida Agung Giza
Pemandangan Piramida Giza (Foto: Zaky)
Pemandangan Piramida Giza (Foto: Zaky)

NU Online Jombang,

Piramida Giza bisa dikatakan salah satu destinasi wisata yang wajib disinggahi traveler sejati. Pasalnya, piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza ini masih kokoh bertahan di dalam daftar dari Tujuh Keajaiban Dunia.

 

Saya bersama dengan seorang teman berangkat dari Cairo sekitar pukul 13.00 waktu Mesir. Kami menuju Giza dengan menggunakan transportasi metro (KRL). Selain praktis dan cepat, biayanya juga sangat murah, hanya 5 pound saja yaitu sekitar 4 ribu rupiah. 

 

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, kami pun sampai di Stasiun Giza. Perjalanan tidak berhenti di situ. Sebab, setelah itu dari stasiun Giza menuju ke Piramid, kami masih harus menggunakan tramco (angkot) dengan biaya 10 pound atau sekitar 7 hingga 8 ribu rupiah.

 

Nah, uniknya untuk masuk ke Piramida, harga tiketnya cukup beragam sesuai dengan status maisng-masing wisatawan. Untuk wisatawan dari luar negeri, tiketnya dihargai 240 pound. Sementara untuk mahasiswa yang tidak membawa kerneh (kartu mahasiswa Mesir) akan ditarik biaya 120 pound

 

Selain itu, untuk warga lokal akan ditarik 60 pound dan yang termurah, 30 pound untuk mahasiswa yang membawa kerneh.

 

Sekilas Sejarah Piramida Agung Giza

Piramida Agung ini awalnya dibangun sebagai makam. Total ada tiga ruang pemakaman di dalam piramida, yang diidentifikasi sebagai Kamar Raja, Kamar Ratu, dan Kamar Bawah Tanah.

 

Kamar-kamar ini berfungsi menampung semua barang milik Khufu, termasuk barang-barang dan harta karun yang akan ia ambil di akhirat.

 

Yang tertinggi dari ketiga kamar tersebut adalah kamar raja, yang berukuran 20 hasta, sedangkan kamar ratu terletak tepat di tengah antara sisi utara dan selatan piramida.

 

Selain memiliki latar belakang sejarah yang kaya, Piramida Agung Giza juga menyimpan keajaiban ilmu pengetahuan di balik pembangunannya.

 

Bahkan, piramida itu bisa dikatakan sebagai karya matematika, geologi, dan ilmu astronomi yang menarik.

 

Secara mengesankan, piramida berada tepat di atas pusat geografis Bumi, dan sangat selaras dengan konstelasi Orion.

 

Piramida Agung Giza merupakan bangunan buatan manusia tertinggi selama kurang lebih 3800 tahun. Bangunan ini dibangun sekitar tahun 2560 Sebelum Masehi.

 

Ketinggiannya pada awalnya mencapai 146.5 meter. Erosi dan pelapukan membuat ketinggiannya berkurang menjadi 138.8 meter secara total.

 

Meskipun demikian, tinggi bangunannya baru bisa dilewati setelah 38 abad dengan dibangunnya Katedral Lincoln di Inggris sekitar tahun 1311. Ketinggian katedral ini mencapai 160 meter.

 

Pembangunan Piramida Agung Giza memakan waktu diperkirakan antara 10 hingga 20 tahun. Lamanya waktu yang diperlukan mengingat tidak semua bahan pembuat piramida berasal dari daerah yang sama. Beberapa jenis bahan harus didatangkan bahkan dari daerah yang jauhnya 800 kilometer dari lokasi dimana bangunan ini sekarang berdiri.

 

Sebaiknya Berkunjung Saat Musim Dingin

Bulan Agustus memang bukan waktu sempurna untuk pergi berwisata ke Piramida Giza. Sebab, bulan Agustus adalah puncak dari musim panas. Suhu waktu kami berangkat ke sana mencapai 40 hingga 44 derajat Celcius.

 

Setiap detik rasanya ingin minum air karena cuaca yang sangat terik. Tapi ini sama sekali bukan masalah. Kami tetap menikmati pemandangan Piramida Giza yang mempesona. Mengexplore setiap sudutnya dan mengabadikannya dalam bidikan foto.

 

Tepat pada pukul 16.00 waktu Mesir, petugas mulai menyuruh semua orang yang ada di kawasan Piramida, termasuk kami untuk segera keluar, karena kawasan tersebut akan segera tutup. Kami pun bergegas keluar dan mencari warung makan untuk mengisi perut yang keroncongan sejak siang.

 

Setelah mengisi perut dengan mashwi (ayam bakar) kami pun menuju ke kafe yang bernama Cleopatra kafe. Letaknya di atas sebuah hotel yang berada di kawasan sekitar Piramida.

 

Kafe itu menjual view piramida yang harganya lumayan mahal bagi kantong mahasiswa. Setiap orang harus menghabiskan 150 pound atau sekitar 120 ribu rupiah. Harga itu cukup mahal namun sebanding dengan pengalaman view sunset super indah yang membuat kami takjub. 

 

 

Di antara kedua piramida, kami melihat matahari tenggelam dengan cantiknya. Hingga tak terasa, malam pun tiba. Kami pun bergegas pulang ke Cairo tepat pada pukul 21.00 waktu Mesir dengan menggunakan taksi online untuk menghemat waktu.

 

Jangan lupa untuk mengenakan baju yang nyaman ketika bepergian ke Piramida ini, karena selain udara panasnya yang cukup ekstrim, ada banyak ruang jelajah yang bisa dieksplore sehingga membutuhkan pakaian yang nyaman agar tidak lekas lelah menjelajah.

 

Oleh : Muhammad Zaky Saifuddin

*Penulis adalah Mahasiswa Semester 1 Jurusan Tarikh Wal Hadoroh, Fakultas Lughoh Arabiyah, Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir


Nyantri Terbaru