Home Warta Daerah Laporan Keuangan Bahtsul Masail Nasional Pengurus BMT NU Fiqih Opini Keislaman Amaliyah NU Khutbah Ekonomi Nyantri BMT NU

Peringati Hari Santri, Madin Miftahul Jannah Melakukan Tawassul

Peringati Hari Santri, Madin Miftahul Jannah Melakukan Tawassul
Santri Madin Miftahul Jannah yang melakukan Tawassul di Masjid Karangtengah, Gudo, Jombang. (Foto: NU Online/Sohibul Huzair)
Santri Madin Miftahul Jannah yang melakukan Tawassul di Masjid Karangtengah, Gudo, Jombang. (Foto: NU Online/Sohibul Huzair)

NU Online Jombang,
Tawassul adalah sebuah praktik doa dimana seseorang menyertai nama orang-orang saleh dalam doanya dengan harapan doa itu menjadi istimewa dan diterima oleh Allah SWT. Hal tersebut menjadi salah satu ciri khas Madrasah Diniyyah (Madin) Miftahul Jannah. Kali ini dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional yang ke-7, banyak sekali santri yang mengikuti tawassul yang digelar di Masjid Karangtengah, Kedung Turi, Gudo, Kabupaten Jombang.

 

Zakariyya, Kepala Madin Miftahul Jannah mengatakan, tahun ini pihaknya tidak mengadakan Apel, namun diganti dengan mengadakan acara doa bersama dan bertawassul pada sore hari.

 

"Tawassul adalah salah satu media kita agar selalu tersambung dengan guru-guru, para alim ulama dan pejuang yang telah mendahului kita. Kegiatan ini juga sekaligus memberikan pengetahuan baru pada santri tentang bagaimana kehidupan santri secara menyeluruh," jelasnya.


Menurut Zakariyya, sebagai santri, haruslah mengenal siapa yang disebut santri. Jika orang awam melihat santri hanya sebagai orang yang berada di dalam pondok, maka bukan begitu hal yang sebenarnya. 

 

"Santri itu bukan hanya orang yang ada di pondok pesantren saja. Mereka yang belajar di Mushola, TPQ atau Masjid juga merupakan santri. Yang paling penting lagi, seorang santri harus tahu sejarah santri dan para ulama dalam memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara," urainya.


Santri harus berbangga hati. Ketika revolusi jihad yang dilakukan KH Hasyim Asy'ari kemudian dihormati dan diabadikan menjadi Hari Santri Nasional, maka santri-santri hari ini harus terus mengingat dan meneladani perjuangan para santri terdahulu.

 

"Kalau sudah berbangga menjadi santri dan tidak pernah lupa untuk meneladani perjuangan para santri terdahulu dan para alim ulama memperjuangan kemerdekaan Indonesia, maka sudah pasti santri-santri hari ini memiliki kemampuan yang berkualitas," jelasnya.


Menurut Zakariyya, Madin Miftahul Jannah selalu rutin melakukan peringatan hari santri.

 

"Santri harus selalu mengakui kesantriannya. Semangat Mbah Hasyim dalam melakukan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober saat Agresi Militer Belanda dahulu, haruslah diteladani oleh para santri hari ini," pungkasnya.

 

Kontributor : Sohibul Huzair Ellathoillah

Editor : Fitriana

Terkait

Nyantri Lainnya

terpopuler

rekomendasi