• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 19 April 2024

Pustaka

Nyai Nur Khodijah, Sosok Inspiratif Pelopor Pesantren Putri Indonesia

Nyai Nur Khodijah, Sosok Inspiratif Pelopor Pesantren Putri Indonesia
Sampul buku Nyai Nur Khodijah Perintis Pesantren Putri Indonesia. (Foto: Istimewa)
Sampul buku Nyai Nur Khodijah Perintis Pesantren Putri Indonesia. (Foto: Istimewa)

Dalam banyak literatur dijelaskan, bahwa pondok pesantren putri pertama di Jawa bahkan di Indonesia adalah Pondok Putri Denanyar, Kabupaten Jombang. Yang tak lain didirikan oleh Nyai Nur Khodijah Chasbullah beserta suaminya KH Bisri Syansuri, salah satu dari muassis Nahdlatul Ulama (NU).


Nyai Nur Khodijah sendiri adik kandung dari KH Wahab Chasbullah. Beliau menikah dengan Mbah Bisri pada tahun 1914 di usia 22 tahun. Setelah itu pasangan suami istri itu tidak langsung mendirikan pondok, akan tetapi berkhidmah dahulu di Pondok Tambakberas yang waktu itu diasuh oleh kakaknya KH Wahab Chasbullah selama kurang lebih tiga tahun.


Setelah tiga tahun berlalu, tepatnya pada tahun 1917 mereka berdua diberi sebidang tanah di Desa Denanyar yang jaraknya tidaklah jauh dari Tambakberas. Dan di tahun yang sama akhirnya Pondok Denanyar berdiri.


Berkat kegigihannya dan riyadhah (tirakat) beliau yang kuat ini, tidak lama dua tahun setelahnya berdirilah pondok pesantren putri pertama di Indonesia. Dengan tujuan agar anak-anak perempuan di kala itu mendapatkan hak pendidikan yang sama dengan laki-laki. Mungkin inilah perjuangan Nyai Nur Khodijah yang sama dengan perjuangan Kartini, yakni mengangkat harkat dan martabat wanita. 


Dalam penuturan Nyai Hj Muhashonah Hasbullah (cucu pertama KH Bisri Syansuri) yang disampaikan oleh putrinya, Nyai Hj Muniroh Iskandar, ada 3 kategori santri putri yang diterima oleh Bu Nyai Hj Nur Khodijah.


Pertama, yaitu santri tetangga yang merupakan para tetangga Bu Nyai Hj Nur Khodijah atau masyarakat sekitar Jombang yang ingin menuntut ilmu agama kepada beliau. 


Kedua, santri yang dalam masa akan dinikahkan. Santri yang akan menikah akan diajarkan beberapa kebutuhan yang diperlukan di masyarakat, misalnya diajarkan diba'an, doa khataman Qur'an, dan seterusnya. 


Dan yang terakhir, yaitu santri dengan kategori yang sedang ada masalah keluarga misalnya diceraikan suami atau suaminya meninggal.


Untuk mengetahui sepak terjang, perjalanan spiritualis, sosok wanita inspiratif ini dapat dibaca di buku 'Nyai Nur Khodijah Perintis Pesantren Putri Indonesia'. Buku ini terdiri dari empat bab. Pertama, tentang biografi Nyai Nur Khodijah. Kedua, tentang pesantren perspektif Nyai Nur Khodijah. Ketiga, tentang keistimewaan Nyai Nur Khodijah. Keempat, tentang keteladanan Nyai Nur Khodijah.


Dalam buku ini juga, Nenek Gus Dur ini menekankan pula tentang makna penting relasi hangat dan spiritualitas suami-istri. "tirakatmu menentukan masa depan suamimu (keluargamu)" adalah di antara quote beliau yang sangat terkenal. Beliau juga dikenal memberikan ijazah amalan antara lain, agar para muda memperoleh jodohnya. Yang masih jomblo, lazimnya perlu mengamalkan ijazah beliau yang ada di buku ini. 


Identitas Buku:

Judul: Nyai Nur Khodijah Perintis Pesantren Putri Indonesia
Penulis: Atik Masfiah. S.Ag, MM, Ustadz Yusuf Suharto, Ani Mar'atul Hamidah M.Pd.I, dan Fendrias Alamsyah S.Pd
Penerbit: Akademia Pustaka
Tahun terbit: November, 2023
Tebal: 72 hlm
ISBN: 978-623-157-042-0


*Ditulis oleh M Rufait Balya, Santri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang 


Pustaka Terbaru