• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 28 Mei 2024

Daerah

Jelang Liburan Pesantren, Gus Salam Ingatkan Santri soal Akhlakul Karimah

Jelang Liburan Pesantren, Gus Salam Ingatkan Santri soal Akhlakul Karimah
Gus Salam dalam acara Haflah Nisfu Sanah (Peringatan/Perayaan Pertengahan Semester), Selasa (19/12/2023) di Masjid Jami' Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar. (Foto: M. Rufait Balya Barlaman)
Gus Salam dalam acara Haflah Nisfu Sanah (Peringatan/Perayaan Pertengahan Semester), Selasa (19/12/2023) di Masjid Jami' Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar. (Foto: M. Rufait Balya Barlaman)

NU Online Jombang,

Pengasuh Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib berpesan kepada para santri agar saat pulang ke rumah tetap istikamah mengaji Al-Qur’an (nderes) maupun kitab-kitab yang diajarkan di pesantren dan tidak lupa untuk selalu menjaga akhlakul karimah. 

 

Hal ini disampaikan karena para santri Mambaul Ma’arif dalam pekan ini akan menikmati liburan semester pertama (nisfu sanah). Pada saat itu, mayoritas santri akan memilih pulang ke rumahnya masing-masing. 

 

"Nanti kalau pulang ke rumah, kalian para santri harus memiliki bekal. Karena bekal itu juga diperlukan waktu liburan tidak hanya ketika belajar/berangkat mondok saja. Dan bekal terpenting saat kalian pulang besok adalah tetap konsisten untuk menjaga akhlakul karimah," katanya saat Haflah Nisfu Sanah (Peringatan/Perayaan Pertengahan Semester), Selasa (19/12/2023) di Masjid Jami' Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar. 

 

Lantas Kiai Abdussalam atau lebih dikenal Gus Salam ini kemudian memberikan tips agar santri tetap bisa mempertahankan atau istkamah dalam kebaikan-kebaikan selama liburan. Beliau mengutip penjelasan dari Imam Qusairy; 

 

و مَن لَم يكُن مُستَقيْمًا في حَالَتِه ، ضاع سعيه و خاب جهده 

 

"Barangsiapa yang tidak istikamah maka perjuangannya akan sia-sia dan usahanya yang telah dirintis tidak akan ada nilainya."

 

Menurutnya, bahwa santri harus punya target yang ditempuh secara konsisten dan cita-cita yang luhur. 

 

"Karena menjadi santri itu harus profesional. Maknanya profesional yakni harus bersungguh-sungguh, disiplin dan penuh motivasi," jelasnya. 

 

Karena, lanjut dia, dengan bersungguh-sungguh dan disiplin dalam segala hal, segala cita-cita luhur yang dipunyai itu akan tercapai. Dan orang yang menikmati kebodohannya/kegagalannya di masa kini, maka orang tersebut tidak punya masa depan. 

 

"Jangan lupa hafalannya selalu dilalar (dijaga), jangan sampai ketika di rumah hafalannya berkurang atau malah hilang, deresnya tetap dikerjakan, senantiasalah menjaga shalat berjamaah, dan yang terpenting kalian para santri harus tetap istikamah menjaga akhlakul karimah. Karena akhlak yang bagus itu ciri utama seorang santri," ungkapnya. 

 

Untuk itu, ia berpesan kepada para santri Mambaul Ma’arif Denanyar agar ketika di rumah selalu menjaga adab kepada kedua orang tua, orang yang lebih tua umurnya, lebih-lebih kepada guru-guru ngaji yang ada di kampung halaman. 

 

"Dan terakhir, kami sebagai guru dan juga keluarga besar Mamba'ul Ma'arif menyampaikan salam hormat dan takdzim kepada orang tua kamu sekalian, dan juga guru-guru ngaji yang ada di daerah kalian. Dan juga jangan sampai kalian ketika di rumah sampai salah pergaulan," pungkas Gus Salam.

 

Kontributor: M. Rufait Balya Barlaman


Daerah Terbaru