• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 17 April 2024

Nasional

HARLAH KE 101 NU

Wakil Rais 'Aam PBNU KH Anwar Iskandar: Buat NU, Memakzulkan Pejabat Haram

Wakil Rais 'Aam PBNU KH Anwar Iskandar: Buat NU, Memakzulkan Pejabat Haram
Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar. (Foto: Syamsul Arifin)
Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar. (Foto: Syamsul Arifin)

NU Online Jombang,

Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar menegaskan, di tengah hiruk-pikuk pemilihan umum (Pemilu), bagi Nahdlatul Ulama, memakzulkan pejabat yang sedang berkuasa hukumnya adalah haram. 

 

Hal ini ia sampaikan dalam peringatan Harlah ke-101 NU yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Jumat (2/2/2024). 

 

"Manusia di Indonesia dan manusia di dunia saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Terutama mau Pemilu ini, bertengkarnya, masyaallah. Wong hanya perkara Pemilu saja masyaallah," katanya. 

 

Kata Kiai Anwar, yang utama bagi NU ialah memikirkan keselamatan Islam, keselamatan Indonesia, dan memikirkan keselamatan manusia. Soal Pemilu nomor kesekian. Ia lantas menyoroti keramaian di media sosial yang sampai-sampai terjadi pemakzulan dan segala macam. 

 

"Buat NU, memakzulkan pejabat (presiden) yang sedang berkuasa itu hukumnya adalah haram. Sudah cukup sekali saja, Gus Dur saja. Itu menjadi tumbal," tegasnya. 

 

Dan demi persatuan bangsa, lanjut dia, harus ikhlas dan ridha, tidak usah bertengkar. Harga dari persatuan Indonesia itu mahal sekali. Kalau bertengkar mengakibatkan tidak tenang. Manusia tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, dan pasti terganggu. 

 

"Oleh karena itu, Indonesia sekarang sedang tidak baik-baik saja. Dunia seperti ini sudah tidak karu-karuan. Ukraina bertengkar sama Rusia, Palestina musuhan sama Israel, Israel didekengi Amerika, didekengi Inggris, Prancis. Banyak sekali masalah-masalah perang di dunia ini," paparnya. 

 

Kiai Anwar Iskandar menyampaikan, NU sekarang sedang berpikir keras bagaimana menjadi bermanfaat untuk bangsa Indonesia dan menjadi bagian yang bisa bermanfaat untuk perdamaian dunia. 

 

"Sesuai yang digambarkan NU, yaitu jagad artinya tidak hanya memikirkan Jombang saja, tapi NU juga memikirkan jagad raya. NU tidak hanya ingin bermanfaat bagi orang NU saja, NU ingin bermanfaat bagi seluruh warga Indonesia," pungkasnya. 


Editor:

Nasional Terbaru