• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 28 Februari 2024

Nasional

Gus Mus Ungkap Alasan Adanya Haul Memperingati Wafatnya Ulama

Gus Mus Ungkap Alasan Adanya Haul Memperingati Wafatnya Ulama
KH Ahmad Musthofa Bisri atau Gus Mus. (Foto: Tambakberas TV)
KH Ahmad Musthofa Bisri atau Gus Mus. (Foto: Tambakberas TV)

NU Online Jombang,

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Musthofa Bisri atau yang lebih akrab disapa Gus Mus mengungkap alasan kenapa Nabi Muhammad saw diperingati kelahirannya, sedangkan para ulama diperingati hari wafatnya. 

 

Hal ini ia sampaikan dalam acara Haul ke-28 KH Imam Asy'ari Muchsin di Halaman Ribath Pesantren Al-Wahabiyyah 1 dan Al-Lathifiyyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada Selasa (24/10/2023) yang lalu. 

 

"Setiap ada acara haul ada pertanyaan yang selalu saya kemukakan, kenapa Nabi Muhammad saw diperingati hari lahirnya dan penerusnya diperingati hari wafatnya? Jangan-jangan kita tidak pernah pikirkan itu?," kata Gus Mus. 

 

Ia lantas menerangkan, para kiai diperingati hari wafatnya dikarenakan mereka tetap istikamah dalam menjalankan ibadah dan telaten dalam mengayomi para masyarakat dan para santri hingga wafatnya. 

 

"Oleh karena itu masyarakat mengadakan perayaan haul untuk mengenang jasa para kiai yang telah berpulang," ujar Gus Mus sebagaimana dikutip dari Tambakberas TV pada Jumat (27/10/2023). 

 

Gus Mus juga menambahkan, orang yang diperingati hari lahirnya cuma ada tiga. Yaitu Nabi Isa sebagai Hari Natal, Nabi Muhammad saw, dan perempuan yang berasal dari Rembang yang harum namanya yaitu RA Kartini. 

 

"Jadi kesimpulannya orang yang diperingati hari lahirnya adalah mereka yang kelahirannya menandai zaman," imbuhnya. 

 

Menurut Gus Mus, RA Kartini diperingati hari lahirnya setiap 21 April karena dianggap menandai zaman. Karena sebelum RA Kartini tidak ada perempuan yang sekolah. 

 

Sedangkan Nabi Muhammad saw, kata Gus Mus, menandai zaman kegelapan menuju zaman cahaya. Sebab itulah umat Islam memperingati hari lahirnya. 

 

" Dan kalau kiai-kiai yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad ini tidak diperingati hari lahirnya tetapi hari wafatnya," pungkas Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang ini. 

 

Kontributor: Yunita Rahma Hidayati


Nasional Terbaru