• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Nasional

Guru Besar UIN Malang Sebut Penghafal Al-Qur'an Beruntung dan Mulia di Sisi Allah

Guru Besar UIN Malang Sebut Penghafal Al-Qur'an Beruntung dan Mulia di Sisi Allah
KH Imam Suprayogo Sumber. (Foto: YouTube PPTQ Darussalam Official)
KH Imam Suprayogo Sumber. (Foto: YouTube PPTQ Darussalam Official)

NU Online Jombang,
Pesantren Tahfidzul Quran Darussalam Ngelo melaksanakan Wisuda Hafidz ke-9 yang berlangsung di Dusun Ngelo, Desa Gondek Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Ahad (26/05/2024). 
 

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, KH Imam Suprayogo dalam mauidhoh hasanahnya menyampaikan bahwa orang yang menghafal Al-Qur’an itu sangat beruntung dan mulia di sisi Allah.
 

“Selamat kepada para santri yang wisuda yang telah hafal Al-Qur’an, kalian adalah orang-orang yang beruntung, kalian dimuliakan oleh manusia, dimuliakan oleh Allah dan rosul-Nya,” ungkapnya. 
 

Kiai Imam, sapaannya mengutip surat An-Nahl ayat 96: 


مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍۗ


Artinya, "Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal"


Ia berpendapat, pada akhir-akhir ini, yang paling susah adalah mendidik akhlak. Karena menurut Kiai Imam, bangsa Indonesia berantakan karena akhlak. 


Ia juga berpendapat, jika akhlak itu bisa dikelola dan ditanamkan melalui pendidikan. Seharusnya yang berakhlak mulia itu yang tinggi pendidikannya. Namun, tidak demikian. Jadi tidak ada jaminan penyaluran akhlak terpuji lahir dari pendidikan sekolah. 
 

“Untuk menjadikan orang berakhlak mulia itu susah sekali. Padahal di sekolah yang paling pokok adalah akhlak,” katanya.
 

Kiai Imam memberi saran agar anak-anak berakhlakul karimah bisa dilakukan dengan cara mendekatkan dengan Al-Qur’an, shalat, mendekatkan diri dengan para ulama serta mengamalkan Al-Qur’an.


“Ada tiga hal agar bisa merawat hafalan Al-Qu’ran. Yakni tidak putus wudhu, tidak putus shalat malam, dan tidak melihat lawan jenis terlalu lama,” pungkasnya.


Nasional Terbaru