• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Daerah

Ini 3 Pesan KH Muhammad Bisri untuk Wisudawan Tebuireng

Ini 3 Pesan KH Muhammad Bisri untuk Wisudawan Tebuireng
Mauidhoh KH Muhammad Bisri dalam wisuda Takhasus dan Bin Nadhor pondok pesantren putra Tebuireng. (Foto: Tebuireng Official)
Mauidhoh KH Muhammad Bisri dalam wisuda Takhasus dan Bin Nadhor pondok pesantren putra Tebuireng. (Foto: Tebuireng Official)

NU Online Jombang,
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang, KH Muhammad Bisri menyampaikan tiga pesan kepada para santri Pondok Pesantren Putra Tebuireng yang telah diwisuda.


Hal tersebut ia sampaikan pada acara Wisuda Takhasus dan Bin Nadhor yang digelar di Halaman Pondok Pesantren Putra Pesantren Tebuireng pada Jum’at, (24/05/2024) malam.


“Malam hari ini saya ingin memberikan 3 pesan kepada wisudawan takhasus dan bin nadhor. Pertama, mari melanjutkan perjuangan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari sampai yaumul qiyamah dalam segala sisi dan kondisi saat ini,” terangnya.


Ia mengaku, Mbah Hasyim adalah salah satu idolanya lantaran sering membaca riwayat hidup Mbah Hasyim serta mengamalkan NU di segala penjuru. "Di Universitas Brawijaya saya juga memperjuangkan NU secara kultural, meski tidak secara struktural,” imbuhnya. 


Kedua, patuh kepada orang tua. Ia mengacu pada Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 24 yang berbunyi:


وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرً


Artinya, "Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”


"Pada ayat ini intinya adalah kita tidak hanya harus patuh tetapi menyayangi (kasih sayang) orang tua. Maka, sayangilah kedua orang tua kita, dengan begitu kita akan mendapatkan barokah,” tuturnya.


Ketiga, sambungnya, menjaga nama besar agama Islam dengan baik. Karena tidak mudah membawa nama besar Islam, sehingga jangan pernah main-main mengatasnamakan Islam.


"Seperti kalimat Al-Islamu ya'lu wala yu'la 'alaih, yang artinya Islam senantiasa unggul dan ia tidak akan terungguli," tutup mantan rektor Universitas Brawijaya ini.


Daerah Terbaru