• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 31 Mei 2024

Nasional

Awal Puasa Ramadhan 1445 H 11 Maret atau 12 Maret? Begini Cara Menyikapinya

Awal Puasa Ramadhan 1445 H 11 Maret atau 12 Maret? Begini Cara Menyikapinya
Ilustrasi pemantauan hilal 1 Ramadhan 1445 H atau 2024. (Foto: NU Online/Suwitno)
Ilustrasi pemantauan hilal 1 Ramadhan 1445 H atau 2024. (Foto: NU Online/Suwitno)

NU Online Jombang, 
Penetapan 1 Ramadhan atau awal puasa Ramadhan kerapkali mengundang perbedaan pendapat. Sebagaimana di tahun 2024 ini menurut perhitungan pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) berpotensi terjadi perbedaan pandangan terkait penetapan awal puasa Ramadhan 1445 H atau 2024 M. 


Kendati demikian, pemerintah melalui Surat Edaran Agama RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 H atau 20224 M mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi meski ada perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1445 H atau 2024 M.


KH Sirril Wafa, Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menekankan pentingnya saling menghormati perbedaan dalam pelaksanaan ibadah, khususnya selama bulan suci Ramadhan. Menurutnya hal ini sudah biasa, dikarenakan tiap tahun umat Muslim Indonesia menghadapi adanya perbedaan, utamanya terkait dengan penetapan awal dan akhir Ramadhan.


"Bagi masyarakat Muslim Indonesia yang telah menghadapi perbedaan ini puluhan tahun seharusnya cukup menjadi pelajaran bahwa perbedaan dalam masalah furu'iyah (masalah cabang) itu sangat dimungkinkan, tidak seperti perbedaan dalam prinsip akidah keimanan (ushuliyah). Maka, upaya saling memahami dan toleransi harus ditingkatkan," ujar Kiai Sirril dilansir dari NU Online, Sabtu (9/3/2024).


Karenanya, dia menekankan sangat penting bagi para tokoh agama dan umat Islam untuk meredam sentimen saling menyalahkan dalam pelaksanaan ibadah, utamanya dalam konteks awal dan akhir puasa Ramadhan. Hal ini menjadi penting, lantaran beberapa umat mungkin memulai puasa lebih awal atau lebih lambat dari yang lain.


"Bagi yang memulai puasa lebih awal, tidak perlu menyalahkan dengan melontarkan kalimat, sudah bagian dari Ramadhan kok masih tidak puasa, haram itu. Sebaliknya, yang mulai puasanya belakangan tidak pantas untuk mencemooh dengan ungkapan, hari ini masih yaum al-syak, dilarang berpuasa,” papar Putra Almaghfurlah KH Turaichan A itu. 


Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah itu juga mengungkapkan bahwa fenomena saling mengolok-olok perbedaan waktu pelaksanaan ibadah sering kali muncul di media sosial (medsos) dan akan berdampak panjang. Ia mengharapkan agar umat Islam secara keseluruhan dapat menahan diri dan menjaga toleransi dalam menanggapi perbedaan pelaksanaan ibadah.


“Hal-hal semacam ini yang sering muncul di medsos, dan biasanya berbuntut panjang. Intinya semuanya harus bisa menahan diri untuk tidak saling mengejek dan menghina, baik itu tokohnya maupun umatnya,” pesannya.


Perlu diketahui, hilal 29 Sya’ban 1445 H bertepatan dengan Ahad Legi, 10 Maret 2024 M, data perhitungan falak LF PBNU menunjukkan tinggi hilal 0 derajat 11 menit 25 detik. Sementara ijtima atau konjungsi terjadi pada Ahad Legi, 10 Maret 2024 M pukul 16:00: 50 WIB. Titik markaz Jakarta ini berlokasi di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, dengan koordinat koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.


Sementara itu, letak matahari terbenam berada pada posisi 3 derajat 55 menit 36 detik selatan titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 5 derajat 7 menit 23 detik selatan titik barat. Adapun kedudukan hilal berada pada 1 derajat 11 menit 27 detik selatan matahari dalam keadaan miring ke selatan dengan elongasi 2 derajat 30 menit 25 detik. 


Berdasarkan sistem rukyatul hilal, posisi hilal tak mungkin dapat dirukyat pada 29 Sya'ban 1445 H atau 10 Maret 2024, baik dari sisi tinggi maupun elongasinya. Sehingga istikmal 1 Ramadhan 1445 H diprediksi bertepatan dengan 12 Maret 2024.

 

Meski begitu, umat Islam, khususnya warga NU tetap harus menunggu ikhbar resmi PBNU dan keputusan pemerintah melalui sidang itsbat 1 Ramadhan 1445 H atau 2024.


Nasional Terbaru