• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 28 Mei 2024

Amaliyah NU

Berikut Beberapa Amalan Penting jelang Ramadhan, Jangan Terlewati

Berikut Beberapa Amalan Penting jelang Ramadhan, Jangan Terlewati
Umat Islam sedang berziarah makam leluhurnya jelang datangnya bulan Ramadhan. (Foto: NU Online/Suwitno)
Umat Islam sedang berziarah makam leluhurnya jelang datangnya bulan Ramadhan. (Foto: NU Online/Suwitno)

Bulan Ramadhan kian dekat. Umat Islam akan segera mendapati bulan dengan sejumlah keistimewaan yang tidak ditemui di bulan-bulan yang lainnya. Beberapa di antaranya doa orang yang berpuasa di bulan ini mustajab atau mudah diterima Allah. Di samping itu, puasa bulan Ramadhan menjadi penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya. Keistimewaan lain, pintu rahmat terbuka lebar dan pintu neraka ditutup. Dan masih banyak keistimewaan yang lainnya.


Bulan Ramadhan juga memiliki banyak nama yang didasarkan pada peristiwa agung dan kemuliaan atau keistimewaan bulan tersebut. Misalnya, disebut dengan bulan Al-Qur’an (شهر القران) karena kitab suci umat Islam ini diturunkan pada bulan Ramadhan. Selain itu, Ramadhan juga dinamakan bulan shalat malam (Syahrul Qiyam). Hal ini berkaitan dengan imbauan Nabi Muhammad saw agar di malam-malam bulan Ramadhan diisi dengan ibadah-ibadah sunnah, seperti shalat malam, dzikir, dan lain sebagainya. Apalagi pahala ibadah akan dilipatgandakan.


Oleh karena itu, umat Islam perlu menyiapkan diri dalam menjemput bulan Ramadhan dengan menjaga kebugaran tubuhnya sehingga nanti kuat melaksanakan puasa satu bulan penuh dan ibadah-ibadah yang lain. Umat Islam juga perlu meneguhkan niat-niat utama sebelum masuk Ramadhan seperti berniat untuk tobat yang sebenar-benarnya dari dosa yang telah lewat, berniat memperbanyak membaca Al-Qur'an sekaligus merenungi maknanya, dan niat-niat luhur lainnya. 


Pada saat yang sama, Muslim dianjurkan untuk melaksanakan amalan-amalan yang diajarkan syariat Islam. Berikut ini adalah beberapa amalan penting yang dapat dilakukan umat Islam sebelum datangnya bulan Ramadhan.


Pertama, berziarah ke makam orang tua dan leluhur. Mayoritas Muslim sudah menjadikan ziarah sebagai budaya yang sangat dijaga kelestariannya. Biasanya di hari Kamis atau Jumat banyak dari mereka yang mendatangi makam leluhurnya untuk berziarah, mengirimkan doa, membaca tahlil dan surat Yasin. 


Menjelang Ramadhan ini, berziarah ke makam keluarga, terutama orang tua tidak perlu menunggu hari-hari biasanya, Kamis atau Jumat. Di hari apa pun, umat Islam hendaknya segera mendatangi makam-makam leluhurnya, di samping berkirim doa, juga dianjurkan untuk bertawassul, meminta kekuatan kepada Allah swt agar diberikan keselamatan, kelancaran, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalankan puasa Ramadhan serta ibadah yang lainnya.


Tawassul dalam berdoa merupakan anjuran dalam islam. Sebagaimana termaktub dalam Surat al-Maidah ayat 35:


 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. 


Kedua, saling memberi maaf di antara umat Islam. Saling memaafkan sebagai ikhtiar menjadi pribadi yang kembali suci, tidak lagi punya kesalahan kepada sesama. Sehingga memasuki bulan Ramadhan yang disebut dengan bulan suci tersebut, kita dalam keadaan yang suci pula.


Bersuci identik dengan bersih-bersih. Dapat dimaknai dalam dua pandangan. Lahir dan batin. Secara lahir bisa diimplementasikan dengan cara membersihkan rumah sekaligus memperindah lingkungan rumah, mengecat kembali mushala, dan lain sebagainya. Sementara bersuci secara batin adalah dengan meminta maaf dan memaafkan orang lain, teman, sahabat, tetangga, atau yang lainnya. Hal ini sesuai dengan anjuran Islam dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 178:


 فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ


Artinya: Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.


Ketiga, menyambut bulan Ramadhan dengan lapang hati atau ikhlas dan gembira. Karena hal itu dapat menjauhkan diri dari api neraka. Oleh sebab itu, umat Islam perlu meluruskan niat sekaligus menguatkan niat tersebut semata untuk memperoleh ridha Allah swt dan keberkahan-keberkahan bulan Ramadhan. Sebuah Hadits yang termaktub dalam Durrotun Nasihin berbunyi:


 مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ 


Artinya: Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

 


Editor:

Amaliyah NU Terbaru