Nasional

Tanggapi Tragedi Affan, Rais Aam Serukan Pendekatan Persuasif

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 13:57 WIB

Tanggapi Tragedi Affan, Rais Aam Serukan Pendekatan Persuasif

KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU. (Foto: NU Online)

NU Online Jombang,
KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merespons atas tindakan tak manusiawi aparat kepolisian yang menyebabkan hilangnya nyawa Affan Kurniawan (22), seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025).


Melalui keterangan yang beredar, PBNU menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan dan berdoa agar Affan mendapat ampunan Allah subhanahu wa ta'ala.


"Semoga Allah mengampuni semua kesalahannya dan menerima amal ibadahnya," ungkapnya.


PBNU mendukung segala bentuk penyampaian aspirasi dengan catatan tidak mengganggu ketertiban umum dan tidak mengancam siapa pun.


"PBNU yakin bahwa aspirasi itu didasari oleh niat baik dan dijamin konstitusi. Namun demikian, semua aspirasi harus disampaikan secara tertib dengan menjamin keamanan dan kenyamanan semua pihak," tuturnya.


PBNU juga meminta agar segenap aparat yang bertugas untuk selalu bersikap sabar dan bijaksana dalam menanggapi warga masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan pendekatan persuasif.


Selain itu, PBNU mengajak warga masyarakat dan seluruh komponen bangsa untuk menghindari segala tindakan yang mengarah kepada anarkisme yang akan merugikan semua pihak.


"Mari kita memupuk kebersamaan di tengah-tengah perbedaan yang telah kita warisi dari pendahulu kita," ajaknya.


Terakhir, PBNU meminta semua pengurus NU beserta seluruh badan otonom dan lembaga di semua tingkatan untuk turut menenangkan situasi dan tidak terlibat dalam tindakan provokasi yang dapat menimbulkan anarkisme.