Nasional

Tewasnya Ojol Dilindas Rantis Dinilai Bisa Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar

Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:04 WIB

Tewasnya Ojol Dilindas Rantis Dinilai Bisa Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar

Ilustrasi aksi pengemudi ojol di Jakarta, 20 Mei 2025. (Foto: NU Online/Suwitno)

NU Online Jombang,
Ketua Umum Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI), federasi transportasi di bawah naungan Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi), Ika Rostianti, menilai insiden tewasnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, berpotensi memicu perlawanan rakyat yang lebih luas.


Korban diketahui terlindas saat rantis yang digunakan untuk mengurai massa melaju di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025).


Ika menjelaskan, sebelumnya komunitas ojol tidak memiliki agenda untuk bergerak atau melakukan konsolidasi. Namun, tragedi tersebut justru menjadi pemicu bagi kelompok-kelompok ojol untuk melakukan pergerakan.


“Peristiwa ini akhirnya menjadi alasan kuat bagi komunitas ojol untuk melakukan konsolidasi dan membangun perlawanan,” ujarnya saat dihubungi NU Online, Kamis (28/8/2025).


Ia menegaskan, permintaan maaf dari kepolisian tidak cukup. Menurutnya, harus ada pertanggungjawaban hukum yang jelas, terlebih insiden ini melibatkan kendaraan resmi milik negara.


“Kalau sopir truk menabrak orang, entah disengaja atau tidak, pasti ada hukumannya. Maka polisi juga harus memberi contoh pertanggungjawaban yang nyata,” tegasnya.


Ika juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Affan. “Saya turut berduka cita atas meninggalnya saudara kita, almarhum Affan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kehilangan ini berat, terutama bagi komunitas pengemudi ojol yang selama ini berjuang keras mencari nafkah,” imbuhnya.


Sebelumnya, Ketua PBNU Mohamad Syafi’ Alielha atau Savic Ali juga mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memecat dan memproses hukum aparat yang mengendarai rantis tersebut.


Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesali peristiwa yang menewaskan pengemudi ojek online itu.