• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 17 April 2024

Tokoh

Lebih Dekat dengan Syekh Zakariya Al-Anshari

Lebih Dekat dengan Syekh Zakariya Al-Anshari
KH Wazir Ali bersama istri dan rombongan foto bersama di area makam Syekh Zakariya Al-Anshari. (Foto: Dok KH Wazir Ali)
KH Wazir Ali bersama istri dan rombongan foto bersama di area makam Syekh Zakariya Al-Anshari. (Foto: Dok KH Wazir Ali)

Makam Syekh Zakariya Al-Anshari satu bangunan dengan makam Imam Syafi'i. Dari pintu masuk langsung ke kanan, sementara makam Imam Syafi'i lurus, hanya dipisah dengan tembok.


Konon ketika malam Jumat, makam ini ramai dengan peziarah, karena setiap malam Jumat Rasulullah saw hadir di makam Imam Syafi'i.


Hal ini seperti apa yang diceritakan oleh keponakan saya yang kuliah di Azhar dari dosennya Syekh Fathi, kebetulan saya bertemu dengan beliau, tabarruk saya cium tangannya sambil bincang-bincang sebentar.


Nama lengkap Syekh Zakariya Al-Anshari adalah Abu Yahya Zakariya bin Muhammad bin Ahmad bin Zakariya Al-Anshari Alkhazraji (daerah asalnya), Sunaiki (tempat kelahirannya), Kairo (domisili mukimnya), lulusan Al-Azhar (ilmunya).


Syekh Zakariya Al-Anshari lahir tahun 824 hijriyah, atau 1421 masehi. Wafat tahun 926 hijriyah, atau tahun 1520 masehi. Dijuluki "Syaihul Islam", "Zainuddin" atau qodhi, karena beliau seorang qodhi (hakim), makanya karya-karyanya ringkas, simpel seperti bahasa perundang-undangan, tetapi memuat rangkaian penjabaran yang luas. Saking luasnya ilmu yang dikuasai dia dikenal faqih (ahli fiqih), bermazhab Syafi'i, qodhi (hakim), muqri' (ahli qiro'at), muhaddits (ahli Hadits), hafal Al-Qur'an, ahli kalam (ahli debat), ahli bahasa (lughowi), dan ahli tasawuf. Beliau hidup pada masa Daulah Mamlukiyyah, termasuk mujaddid (pembaharu agama) abad ke-9.


Di antara karyanya yaitu Kitab Fathul Wahab, Tuhfatuttullab, Ghoyatul Wushul, dan lain-lain


Para ulama sesudahnya konsentrasi untuk mengajarkan kitab-kitab tersebut, sampai menjadi kitab primer di pesantren salaf maupun madrasah-madrasah di seluruh Indonesia, sampai alfaqir sewaktu tamat aliyah dua kitab yang terakhir menjadi acuan standar kelulusan untuk diujikan dalam madrasah.


Di antara murid-muridnya yang ketika memberikan ifta' (fatwa) banyak mengacu kepada karangan beliau. Seperti Ibnu Hajar Al-Haitami, Imam Ramli, dan lain lain.


Karya beliau Tuhfatuttullab disyarahi Imam Syarqowi sehingga disebut Hasyiah (komentator) Syarqowi, Fathul Wahab disyarahi Imam Bujairomi, dikenal Hasyiah Bujairomi Wahab, Ghoyatul Wushul disyarahi KH MA Sahal Mahfudh Kajen Pati dengan nama Nailul Ma'mul, disyarahi juga oleh Syah Mahfudh Termas. 


Kitab seperti Nihayatul Muhtaj (9 jilid), Tuhfatul Muhtaj, Mughnil Muhtaj. Semua bermuara pada kitab Matan Minhaj. Beliau juga punya kontribusi besar dalam menyosialisasikannya sampai ke seluruh dunia termasuk Indonesia.


Semoga anak cucu kita, murid-murid kita ada yang alim seperti beliau. Amin.

 

*Ditulis oleh KH Wazir Ali, Pengasuh Asrama Putri Suanan Ampel Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang dalam Catatan Perjalanan Ziarah Ulama-Aulia Mesir


Tokoh Terbaru