• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 31 Mei 2024

Nasional

Gus Miftah Jelaskan 3 Akhlak Terpuji dalam Al-Qur'an

Gus Miftah Jelaskan 3 Akhlak Terpuji dalam Al-Qur'an
Gus Miftah. (Foto: Syekhermania Jombang)
Gus Miftah. (Foto: Syekhermania Jombang)

NU Online Jombang,
KH Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah menjelaskan tentang akhlak yang baik yang mengacu dalam surat Al-A’raf ayat 199. 


Hal tersebut ia sampaikan pada Tabligh Akbar dengan acara Halal Bihalal Idul Fitri dan Wisuda Santri Madrasah Diniyah Widdanul Muslimin di Dusun Gondang Legi, Desa Gondang Manis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Sabtu (11/5/2024).  


Kata Gus Miftah, terkait dengan halal bihalal, satu hari ada seorang laki laki yang bertanya kepada Nabi: “Ya Rasulullah akhlak yang baik itu seperti apa?” 


Nabi menjawab dengan mengambil satu ayat dalam surah al-A'raf ayat 199


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ 


Artinya, “Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.” 


“Satu ayat ini berisi 3 hal,” ujar Pimpinan Pesantren Ora Aji Yogyakarta itu. 


Pertama, khuzilafwa (jadilah pemaaf). Nabi mengajarkan, boleh benci dengan orang, boleh tidak setuju dengan orang tapi bukan berarti menafikan kebenaran seseorang.


Gus Miftah melanjutkan, mukmin yang bagus adalah mukmin yang berani meminta maaf dan berani untuk memaafkan.  


"Kedua, wa'mur bil urfi (perintahlah untuk berbuat baik). Tuntun dirimu untuk berbuat baik, kebaikan yang bisa kita lakukan itu bervariatif. Semua orang itu baik sesuai dengan proporsinya,” ujarnya. 


Ia melanjutkan , seseorang boleh iri hanya dengan dua orang. Pertama, iri dengan orang yang mempunyai ilmu, ia habiskan waktunya untuk mengajar. Kedua, iri dengan orang yang menghabiskan uangnya untuk bersedekah.


"Ketiga, wa a’rid anil jahilin (jangan pedulikan orang-orang yang bodoh). Kita harus tahu kita sedang berbicara dengan siapa. Orang yang sukses adalah orang yang bisa mengambil peran dan bisa memposisikan dengan siapa ia berbicara,” tandasnya. 


Nasional Terbaru