• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 14 Agustus 2022

Daerah

Gus Miftah Ajak Santri Teladani Mbah Wahab: Posting yang Penting, Jangan yang Penting Posting

Gus Miftah Ajak Santri  Teladani Mbah Wahab: Posting yang Penting, Jangan yang Penting Posting
Gus miftah saat menyampaikan tausiyah haul emas 50 tahun kh abdul wahab chasbullah
Gus miftah saat menyampaikan tausiyah haul emas 50 tahun kh abdul wahab chasbullah

NU Jombang Online,
Santri harus teladani gerakan literasi yang dilakukan KH Abdul Wahab Hasbullah. Dakwahnya dimulai dengan mendirikan media massa yang diberi nama harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama. Hal tersebut diulas Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah dalam haul emas virtual KH Abdul Wahab Hasbullah. 

Gus Miftah mengatakan, KH. Abdullah Wahab Hasbullah ini adalah seorang pegiat media. Salah satu upaya gerakan yang dilakukan Mbah Wahab untuk menguasai media adalah dengan membeli sebuah percetakan di jalan sasak Nomor 23 Kota Surabaya. 

Gus Miftah menjelaskan pembelian percetakan di Surabaya itu merupakan cikal bakal pergerakan yang dipelopori Mbah Wahab di bidang jurnalistik. Sehingga patut untuk diteruskan generasi santri bergerak di bidang jurnalistik atau media.

"Jika hari ini masih ada santri yang tidak melek medsos, harusnya kita malu kepada Mbah Wahab. Kalau ngomong soal ini (media.Red), Mbah Wahab sudah memulai langkah bagaimana NU harus menguasai media,” ungkap Pengasuh Pesantren Ora Aji, Kabupaten Sleman ini.

Gus Miftah juga mengajak kaum milenial terutama santri untuk mengikuti jejak KH Abdullah Wahab Hasbullah dengan memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai media dakwah.

Gus Miftah menambahkan, jika metodologi dakwah selalu berkembang. Jika di zaman Rasulullah, Rasul berdakwah melalui lisan, zaman para sahabat berubah melalui tulisan. Berdakwah selalu berubah mengikuti zaman. Sampai, pada zaman Wali Songo berdakwah mulai berkembang melalui budaya. Dan hari ini, dimana media sosial begitu mendominasi, dakwah harus dilakukan melalui media sosial.

"Saya berpesan, kalau kalian (para saantri) menguasai medsos, postinglah yang penting-penting, jangan yang penting posting,” pesan Gus Miftah kepada para santri.

Di acara tersebut, Gus Miftah juga sempat mengingatkan supaya dalam menghidupkan Nahdlatul Ulama (NU) sebaiknya meneladani Mbah Wahab yang rela mengeluarkan hartanya demi jamiyah.

“Kalau kamu mau menghidupkan NU, ya kayak Mbah Wahab. Hartanya (digunakan) untuk menghidupkan NU, (sehingga) habis,” ujar Gus Miftah.

Haul emas virtual 50 tahun KH Abdul Wahab Chasbullah dimulai dengan pembacaan tahlil dan istighotsah yang dipimpin KH Abdul Kholiq. Tampak hadir mengikuti pembacaan tahlil dan doa bersama dalam acara ini keluarga besar Mbah Wahab. Di antaranya putra putri Mbah Wahab, yaitu Mundjidah Wahab dan KH Hasib Wahab.

Selain itu, hadir pula Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan tokoh-tokoh penting lainnya. Sebanyak lebih dari 200 ribu orang terlibat dalam haul emas virtual KH Abdullah Wahab Hasbullah.

Pewarta : Rahmadi
Editor: Fitriana


Editor:

Daerah Terbaru