• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 14 Agustus 2022

Daerah

Gus Miftah: Anak Muda Harus Banyak Karya, Bukan Banyak Gaya

Gus Miftah: Anak Muda Harus Banyak Karya, Bukan Banyak Gaya
Gus Miftah dan Erick Thohir ketika menghadiri acara maulid nabi Saw di ponpes Tebuireng (Foto : NU Online/Muhammad Faisal)
Gus Miftah dan Erick Thohir ketika menghadiri acara maulid nabi Saw di ponpes Tebuireng (Foto : NU Online/Muhammad Faisal)

NU Online Jombang,

Jika ingin menjadi orang besar seperti Mas Erick Tohir, pemuda harus bisa membedakan antara harapan dengan angan-angan. Hal itu disampaikan Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab dipanggil Gus Miftah saat memberikan ceramah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Tebuireng. Acara ini diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasyim Asy'ari Jombang.

 

"Bedakan antara harapan dengan angan-angan. Yang namanya harapan itu, suatu keinginan yang diwujudkan dengan perbuatan. Sedangkan jika kita punya keinginan namun tidak ada tindakan, itu dinamakan angan-angan," kata Gus Miftah.

 

Dalam acara yang bertemakan 'Sudahi Rebahan, Wujudkan Perubahan ini Gus Miftah memberikan kritikan pedas pada para pemuda dengan gaya khasnya yang menggelitik. 

 

"Pengen kaya tapi kerja nggak mau. Dagang nggak mau. Bisnis nggak mau. Kerjanya cuma tidur. Bangun tidur langsung buat status, akan indah pada waktunya," ujarnya dalam acara yang bertempat di Aula Lantai 3 Gedung KH Yusuf Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (27/112021)

 

Dirinya juga menegaskan kepada seluruh mahasiswa yang hadir dalam kegiatan Maulid Nabi tersebut, untuk menjadi pemuda yang berkarya pada era 4.0 sekarang ini. 

 

"Menjadi pemuda optimis itu pasti akan melihat peluang dalam masalah, kalau pemuda pesimis pasti akan melihat masalah dalam peluang. Di era digital seperti ini, menjadi anak muda harus banyak karya, bukan banyak gaya. Jadi mulai sekarang tunjukkan prestasimu," tutur Dai muda NU ini.

 

Dalam membuat sebuah karya pastilah ada harapan untuk menjadi orang yang besar. Akan tetapi, tidak semua orang mendukung atas sesuatu yang telah kita impikan.

 

"Apabila dirimu bermimpi menjadi orang besar, kemudian di olok-olok. Maka ketahuilah, bukan mimpimu yang terlalu besar, tetapi mimpi orang yang mengolokmu terlalu kecil," tandasnya. 

 

Selain itu, Gus Miftah berpesan, untuk selalu merasa percaya diri dalam segala hal apapun termasuk membuat karya. Untuk menatap masa depan, kata dia, jangan sampai merasa insecure dan harus percaya diri. 

 

"Jika viral maka viralnya karena prestasi, bukan karena sensasi," tandasnya.

 

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang juga merupakan narasumber pada acara itu membagikan kunci sukses menjadi pengusaha. Kunci sukses itu merupakan wejangan dari orang tuanya, sehingga ia ingin membaginya pada mahasiswa yang hadir pada acara itu.

 

"Pertama, kalau kita dihargai orang lain sebaiknya itu bukan karena uang melainkan karena kapabilitas kita. Dengan kemampuan yang kita miliki, uang akan datang," jelasnya. 

 

Selain itu, kunci sukses yang kedua yaitu ketika diberikan amanah oleh seseorang, lanjut dia, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakannya. Setelah dilaksanakan, ada kemungkinan hasilnya belum maksimal. Yang terpenting sudah berniat melakukan yang terbaik.

 

"Yang lebih penting lagi, di dalam hidup, ketika mendapat kelebihan, kita harus selalu berbagi. Ini juga merupakan kunci menuju kesuksesan," pungkasnya.

 

Hadir dalam acara itu KH Abdul Hakim Mahfudz, Pengasuh Pesantren Tebuireng dan H Haris Supratno, Rektor Universitas Hasyim Asy'ari, serta Irfan Asy'ari Sudirman Wahid, Ketua Kelompok Kerja Industri Kreatif KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional). Selain itu, hadir pula mahasiswa dari perwakilan kampus dan dari berbagai pondok pesantren Se - Jombang.

 

Kontributor : Muhammad Faisal dan Karimatul Maslahah

 

Editor : Fitriana


Daerah Terbaru