• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Senin, 15 April 2024

Daerah

Resmi Dibuka, Konferancab IPNU-IPPNU Mojowarno Diharap Cetak Generasi Cakap dan Bermental Baja

Resmi Dibuka, Konferancab IPNU-IPPNU Mojowarno Diharap Cetak Generasi Cakap dan Bermental Baja
Resmi, Konferancab IPNU-IPPNU Mojowarno Dibuka dengan pemukulan Gong oleh Ketua Tanfidziah MWCNU Mojowarno, Ahad (12/03/2023). Foto: NU Online Jombang/Achmad Subakti
Resmi, Konferancab IPNU-IPPNU Mojowarno Dibuka dengan pemukulan Gong oleh Ketua Tanfidziah MWCNU Mojowarno, Ahad (12/03/2023). Foto: NU Online Jombang/Achmad Subakti

NU Online Jombang,

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mojowarno merasa tenang jika mempunyai generasi yang cakap dan siap pakai untuk melanjutkan dakwah Ahlussunah wal Jamaah An-nahdliyah. 

 

Ketua Tanfidziyah Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Mojowarno, Habib Ghofir menyampaikan saat menghadiri Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Mojowarno.

 

Ia berharap, generasi penerus IPNU-IPPNU bisa melanjutkan apa yang sudah dicapai oleh kakak-kakaknya serta melakukan inovasi baru yang kreatif sehingga benar-benar menjadi kader militan.

 

"Ini suatu hal yang sangat luar biasa. Yang kami lihat dari semangat IPNU-IPPNU adalah mereka sangat percaya diri. Dan percaya diri menjadi modal utama melakukan seluruh program kegiatan," kata Pak Habib, sapaan akrabnya.

 

Ia menegaskan, pemuda yang tangguh ialah yang mengatakan inilah diri saya bukan inilah nenek moyang saya. Ini menjadi modal dalam melangkah. Demikian halnya langkah kita yang tanpa arah harus disertai dengan ilmu dan akhlakul karimah. 

 

"MWCNU titip kepada adik-adik semua untuk bisa dijadikan landasan langkah progam ke depan," ujarnya. 

 

Menurutnya, hidupnya seorang pemuda itu karena ilmu dan taqwa, apabila keduanya tidak ada, maka tidak akan diakui eksistensinya, tidak ada artinya. 

 

Menurutnya, apa yang sudah dicapai hari ini mulai dari rangkaian olimpiade, beasiswa, ini harus terus dilanjutkan. Ilmu adalah bekal untuk menyesuaikan diri dengan kondisi dan keadaan sesuai waktu dan tempat.

 

"Kalau saat ini 5.0 menjadi andalannya, maka kita harus bisa mengikuti kegiatan era digital. Ini menjadi satu tantangan bagi kita ke depan bagaimana kita bisa mengembangkan dakwah Ahlussunah wal Jamaah melalui dunia digital," paparnya. 

 

"Kader IPNU-IPPNU harus terus semangat. Semangat ini ditanam dalam diri bahwa sejatinya kita adalah pejuang. Tidak ada istirahat bagi pejuang, yang ada adalah sampai jumpa di surga Allah SWT," tegasnya.

 

Ia berharap, konferensi ini melahirkan generasi bermental baja, berilmu dan berakhlakul karimah.

 

Acara dibuka dengan pemukulan Gong oleh Ketua Tanfidziyah Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Mojowarno, Habib Ghofir serta Rais Syuriah KH Abdul Hayyi Asmad di Yayasan Roudhotul Ulum, Mojoduwur Mojowarno Jombang pada Ahad (12/03/2023). 


Daerah Terbaru