• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 23 Februari 2024

Daerah

NU Masuk Abad Kedua, Gus Rudin Dorong Santri Jaga Spirit Menuntut Ilmu

NU Masuk Abad Kedua, Gus Rudin Dorong Santri Jaga Spirit Menuntut Ilmu
Santri Pesantren Tambakberas Jombang yang bersekolah di MTs Bahrul Ulum Tambakberas. (Foto: NU Online Jombang/Oji)
Santri Pesantren Tambakberas Jombang yang bersekolah di MTs Bahrul Ulum Tambakberas. (Foto: NU Online Jombang/Oji)

NU Online Jombang,
Ratusan palajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bahrul Ulum (BU) Tambakberas, Kabupaten Jombang turut serta mengambil bagian bersejarah dalam usia Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100 tahun. NU adalah organisasi Islam terbesar di Nusantara yang dibentuk para ulama pada 16 Rajab 1344 Hijriyah. Pada tahun ini, bertepatan 7 Februari 2023 (16 Rajab 1444 Hijriyah), NU berumur 1 abad.


MTs BU tak ingin melewatkan momentum besar tersebut dengan begitu saja. Madrasah yang berada di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini menggelar istighotsah, doa, dan shalawat dengan melibatkan siswa-siswi dan para guru di halaman madrasah setempat.


"Kita berdoa bersama untuk kebaikan kita, para siswa, guru dan juga mendoakan para pendiri dan pendahulu kita yang berperan besar pada organisasi Nahdlatul Ulama," kata Kepala MTs BU, H AR Jauharuddin Alfatich, Selasa (7/2/2023).


Pria yang kerap disapa Gus Rudin ini bersyukur, usia NU kini sudah mencapai 1 abad. Tentu bukan saja karena usia, tapi yang lebih membanggakan NU hadir dengan sejumlah kontribusi besarnya. Dirinya juga bersyukur lantaran MTs BU bisa berada di momentum istimewa yang hanya terjadi pada 100 tahun sekali.


NU dan pesantren dengan segala komponennya, tidak bsia dipisahkan. Di abad kedua, NU tentu harus terus hadir untuk memenuhi sejumlah kebutuhan warganya. Dengan demikian, NU tidak hanya besar secara kuantitas warganya, tapi juga besar dalam kontributsi yang diberikan kepada warganya dan umat atau bangsa Indonesia secara umum.


Pada saat yang sama, menurutnya, para santri yang menjadi bagian penting NU ini juga harus lebih bersemangat memanfaatkan waktunya dengan belajar dan berkarya. Pasalnya, di abad kedua NU ini, merekalah yang bakal mengisi pos-pos penting dalam tubuh NU. 


"Generasi muda NU termasuk santri sebagai pemimpin masa depan harus terus menjaga semangat dalam menuntut ilmu, demi menjawab tantangan dan peluang NU di abad kedua," tandasnya.


Soal tantangan, Gus Rudin menyebut, sudah barang tentu santri akan menghadapinya dengan lebih komplit. Kendati demikian, menurut dia harus dilihat dari sudut pandang yang positif, bahwa kondisi tersebut menghendaki santri harus bisa menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan.


Karena bukan lagi soal bagaimana caranya agar dapat merebut kemerdekaan Indonesia, melainkan tantangan santri saat ini adalah menjadikan Indonesia dan tentu juga NU bisa terus maju. Bukan sebaliknya. Ini adalah pekerjaan besar yang perlu diperhatikan serius bagi santri-santri saat ini.


"Santri zaman sekarang harus berkiprah dalam mempertahankan kemerdekaan yang berhasil direbut oleh para pendahulu dengan jalan mengisi kemerdekaan itu sebaik-baiknya dengan prestasi yang membanggakan," ungkasnya.


Daerah Terbaru