• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 16 April 2024

Amaliyah NU

Doa di Bulan Sya'ban yang Dibaca Rasulullah

Doa di Bulan Sya'ban yang Dibaca Rasulullah
Ilustrasi berdoa di bulan Sya’ban. (Foto: Freepik)
Ilustrasi berdoa di bulan Sya’ban. (Foto: Freepik)

Saat ini sudah memasuki bulan Sya’ban, atau bulan kedelapan penanggalan hijriah. Keberadaannya terletak di antara dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadhan. Karena itu pula, Nabi Muhammad saw dalam salah satu haditsnya menyebutkan bahwa bulan Sya’ban kerap dilupakan orang.


Meski demikian, Nabi Muhammad saw sangat memuliakan bulan Sya’ban ini dengan memperbanyak puasa. Bulan Sya’ban juga di dalamnya menandai bahwa amal manusia akan diangkat. Rasulullah ingin saat amal perbuatannya diangkat dalam keadaan berpuasa.


Selain mengisinya dengan memperbanyak berpuasa, Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada umatnya agar tidak lepas dengan doa di bulan Sya’ban. Doanya sama halnya yang seringkali diucapkan di bulan Rajab, yaitu:


اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ


Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya‘bâna wa ballighnâ Ramadhânâ


Artinya, “Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan bulan Ramadhan.”


Makna dalam doa tersebut menunjukkan permohonan kepada Allah agar diberikan keberkahan di bulan Sya’ban sekaligus panjang umur hingga bisa menikmati bulan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah swt. 


Doa panjang umur itu juga dicontohkan oleh Rasulullah saw sebagaimana riwayat hadits berikut: 


كان إذا دخل رجب قال اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان


Artinya, “Jika masuk bulan Rajab, Rasulullah berdoa, ‘Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya‘ban. Sampaikan kami ke bulan Ramadhan.’”


Syekh Ibnu Rajab menyimpulkan bahwa riwayat ini menganjurkan umat Islam untuk memohon panjang umur dengan niat untuk menambah kebaikan dan beramal saleh di masa mendatang. Pandangan Ibnu Rajab ini dikutip oleh Syekh Abdur Rauf Al-Munawi ketika mensyarahkan kumpulan hadits Jami‘us Shaghir berikut ini: 


قال ابن رجب: فيه أن دليل ندب الدعاء بالبقاء إلى الأزمان الفاضلة لإدراك الأعمال الصالحة فيها فإن المؤمن لا يزيده عمره إلا خيرا


Artinya, “Syekh Ibnu Rajab mengatakan, pada hadits ini terdapat dalil anjuran doa panjang umur hingga waktu-waktu utama (Ramadhan) agar dapat melakukan amal saleh di waktu-waktu tersebut. Pasalnya, tidak bertambah usia orang beriman melainkan bertambah kebaikannya,” (Lihat Abdur Rauf Al-Munawi, Faidhul Qadir bi Syarhi Jami‘is Shaghir, [Beirut, Darul Makrifah, 1972 M/1391 H], cetakan kedua, juz V, halaman 131).

 
*Tulisan ini diambil dan diolah dari artikel NU Online berjudul Doa Bulan Sya‘ban


Editor:

Amaliyah NU Terbaru