• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 27 Februari 2024

Nasional

Doa saat Perjalanan Arus Balik

Doa saat Perjalanan Arus Balik
Ilustrasi satu keluarga hendak menempuh arus balik. Dalam Islam dianjurkan untuk berdoa. (Foto: Freepik)
Ilustrasi satu keluarga hendak menempuh arus balik. Dalam Islam dianjurkan untuk berdoa. (Foto: Freepik)

NU Online Jombang,
Mudik lebaran menjadi momentum istimewa bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Mereka memanfaatkan kesempatan yang hanya terjadi dalam setahun sekali ini dengan berkumpul bersama keluarga, bersilaturahim dengan sanak saudara, sahabat, hingga dengan guru-gurunya.


Sebelumnya, pemerintah Indonesia menetapkan cuti bersama lebaran tahun 2023 terhitung mulai tanggal 19 April 2023 sampai tanggal 25 April 2023. Masa cuti bersama itu oleh masyarakat yang sedang berada di kota perantauan atau mereka yang sudah menetap di luar tanah kelahirannya, memilih mudik ke kampung halaman.


Kini, sudah tiba waktunya kembali mudik atau arus balik. Semula pemerintah menjadwalkan segala aktivitas masyarakat, terutama di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali bekerja pada tanggal 26 April 2023. Namun, belum lama ini, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengimbau untuk menghindari puncak arus balik Idul Fitri 1444 H pada 24-25 April 2023 lantaran dikhawatirkan terjadi penumpukan kendaraan yang sulit diurai. Presiden mengajak untuk menunda jadwal kembali mudik setelah tanggal 26 April 2023.


Bagi masyarakat yang sudah menjadwalkan arus balik, hendaknya mulai memastikan segala persiapannya agar di sepanjang perjalanan aman. Yang juga tidak kalah penting adalah berdoa, memohon kepada Allah swt agar diberikan kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan arus balik sampai tujuan, sehingga kembali bisa beraktivitas seperti sedia kala.


Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam tulisannya di NU Online "Doa Arus Balik dari Kampung Halaman" menjelaskan terkait doa yang dapat dibaca bagi seseorang saat kembali mudik atau arus balik. Doanya sebagai berikut:


آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ، سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ


Âyibûna, tâ’ibûn, ‘âbidûn, sâjidûn li rabbinâ hâmidûn.


Artinya, “(Kami) kembali, bertobat, menyembah, bersujud, dan memuji Tuhan kami.”


Doa di atas dibaca di sepanjang perjalanan arus balik hingga sampai pada tujuan. Ustadz Hafidz Kurniawan kemudian menjelaskan pada tulisannya terkait dasar dari mana doa di atas diambil.


Dalam keterangannya, doa ini didasarkan pada sahabat Anas ra dalam Shahih Bukhari yang dikutip lengkap Imam An-Nawawi berikut ini:


 وروينا في "صحيح مسلم" عن أنس رضي الله عنه، قال: أقبلنا مع النبي صلى الله عليه وسلم أنا وأبو طلحة، وصفية رديفته على ناقته، حتى إذا كنا بظهر المدينة قال: "آيبون تائبون عابدون لربنا حامدون"، فلم يزل يقول ذلك حتى قدمنا المدينة


Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di Kitab Shahih Muslim dari Sahabat Anas ra, ia berkata bahwa kami, yaitu saya dan Abu Thalhah datang bersama Rasulullah saw, sementara Shafiyyah membonceng pada untanya. Ketika tiba di tepi kota Madinah, Rasulullah saw membaca, ‘Âyibûna, tâ’ibûn, ‘âbidûn, sâjidûn li rabbinâ hâmidûn.’ Rasulullah saw tidak henti membaca lafal itu hingga kami benar-benar tiba di Kota Madinah,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 193).


Riwayat ini dimasukkan oleh Imam An-Nawawi pada bab doa yang dibaca ketika seseorang kembali ke rumah setelah menempuh perjalanan. Pun demikian dengan orang yang sedang menempuh perjalanan arus balik dari kampung halaman, juga dapat mengamalkan doa ini.


Editor:

Nasional Terbaru