• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 16 April 2024

Pustaka

Film Hope: Diangkat dari Kisah Nyata, Anak Usia Dini yang Mengalami Kekerasan Seksual

Film Hope: Diangkat dari Kisah Nyata, Anak Usia Dini yang Mengalami Kekerasan Seksual
Sumber Foto : Google.com
Sumber Foto : Google.com

NU Online Jombang,

Tak hanya terkenal tentang kisah cinta yang menyentuh dan membuat siapapun terbawa perasaan, beberapa film korea juga mengangkat tentang isu sosial. Salah satunya adalah Hope.

 

Diangkat dari kisah nyata, Film ini mengisahkan seorang gadis kecil yang mengalami pelecehan seksual hingga mengalami trauma berat yang menyebabkan dirinya takut dengan laki-laki, termasuk ayahnya sendiri.

 

Disutradai oleh Lee Joon Ik, Hope diawali dengan kisah anak perempuan berusia 8 tahun bernama Im So Won yang diperankan oleh Lee Re tengah berangkat ke sekolah.

 

So Won adalah anak tunggal dan tinggal bersama ayah ibunya dengan bahagia.

 

Ayahnya bernama Im Dong Hoon, yang diperankan oleh Sol Kyung-gu, adalah seorang pegawai pabrik, sedangkan ibunya bernama Kim Mi Hee (Uhm Ji Won) membuka toko kecil di depan rumahnya.

 

Namun kebahagian itu tumbang karena sebuah tragedi terjadi ketika So Won berangkat ke sekolah. Ia diperkosa secara sadis oleh seorang pria di sebuah toilet umum.

 

So Won terluka parah. Tubuhnya penuh luka, bahkan ada luka terkoyak dari anus hingga perut yang membuat ususnya keluar sehingga ia harus memakai kantong kolostomi.

 

Akibatnya, anak sekecil itu harus mengalami trauma berat PTSD atau trauma pasca mengalami kejadian traumatis.

 

Trauma ini membuat So Won selalu takut bertemu pria dewasa bahkan ayahnya sendiri.

 

Ayahnya begitu sedih sehinga digambarkan sebuah scene, sang ayah rela memakai pakaian badut Kokomong agar So Won tak takut padanya.

 

Meski telah dirilis 2013 silam, namun film ini masih layak ditonton. Film yang pernah meraih penghargaan 34th Blue Dragon sebagai film terbaik ini juga sekaligus memberikan teguran bagi para orang tua untuk selalu waspada terhadap perkembangan anak. Selain itu, pentingnya pendidikan seks sejak dini menjadi hal yang harus dilakukan oleh setiap orang tua dan sekolah.

 

Film ini juga memiliki pesan moral pentingnya peran keluarga dalam hidup seseorang. Keluarga selalu menjadi tempat teraman dan ternyaman untuk kembali berpulang. Selain itu, mengajarkan agar keadilan harus diperjuangkan meski memerlukan usaha begitu keras.

 

Oleh : Kayla Navisa Edriana (Siswa MAN 3 Jombang, kelas XI MIPA 4)


Pustaka Terbaru