• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 16 April 2024

Nasional

1 ABAD NU

Puisi Penuh Makna KH D Zawawi Imron dalam Seminar Internasional Komite Hijaz

Puisi Penuh Makna KH D Zawawi Imron dalam Seminar Internasional Komite Hijaz
KH D Zawawi Imron saat membacakan puisi dalam acara Seminar Internasional Komite Hijaz di Pendopo Kabupaten Jombang, Ahad (05/02/2023). Foto: Tambakberas TV
KH D Zawawi Imron saat membacakan puisi dalam acara Seminar Internasional Komite Hijaz di Pendopo Kabupaten Jombang, Ahad (05/02/2023). Foto: Tambakberas TV

NU Online Jombang,

KH D Zawawi Imron, sastrawan dan budayawan populer ini membawakan sebuah puisi dalam acara Seminar Internasional Komite Hijaz yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang di Pendopo Kabupaten Jombang, Ahad (05/02/2023). 

 

Dewan pengasuh Pondok Pesantren Imogiri Yogyakarta itu membacakan sebuah puisi yang berjudul "Manaqib Singkat Kiai Haji Wahab Hasbullah dalam Komite Hijaz."

 

Berikut isi puisinya:

 

Manaqib Singkat Kiai Haji Wahab Chasbullah dalam Komite Hijaz

 

Selembar daun kuning pun tidak akan gugur ke bumi tanpa izin Allah..

Tapi yang akan saya kisahkan ini, bukan sekedar daun kering yang gugur..

Tapi soal arah dan keyakinan adalah soal kiblat..

 

Bagaimana kalau para pencinta dilarang ziarah ke makam para pahlawan Islam..

 

Di samping saat itu tersebar kabar rencana penggusuran situs-situs warisan peradaban Islam..

 

Dan yang terasa sangat menyakitkan kalau benar terjadi..

Ialah penggusuran terhadap tanah suci Rasulullah shollalahu alaihi wa sallam..

 

Cinta agama terasa terusik..

Cinta kepada Rasulullah terasa dilukai..

Tahun 1926 bagi umat Islam Ahlussunah wal jamaah adalah tahun kecemasan..

Adalah tahun kekhawatiran.. 

 

Maka berkumpulah para Ulama sejati di Surabaya untuk mencermati perubahan paham..

Para Ulama adalah pewaris Nabi yang tidak boleh dunia terjerumus ke lembah kesesatan..

Dalam kekhawatiran seperti itu terpilihlah dan ditampilkanlah Ulama muda yang sangat cerdas saat itu..

Sekali lagi Ulama muda yang sangat kreatif saat itu..

Yang tidak lain adalah Almaghfurlah Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah...

 

Beliau pengemban amanah dari Komite Hijaz..

Yang berangkat ke tanah haram..

Untuk meluruskan masalah..

Agar penguasa Makkah dan Madinah yang baru kembali menghormati faham Ahlussunah wal Jamaah..

 

Inilah peran Nahdlatul Ulama..

Dengan mengutus Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah..

Yang terkenal cerdas dan peduli kepada umat..

Kiai Wahab lincah daya pikirnya..

Dalam renungan jiwanya serta tangkas permainan politiknya..

 

Orang boleh berfaham berbeda..

Tapi jangan ganggu keyakinan umat..

 

Hari ini kita berkumpul di sini untuk mengenang sejarah..

Dan bisa disimpulkan bahwa komite hijaz adalah sikap tegas Nahdlatul Ulama terhadap masalah internasional..

Dan kejadian itu..

Terjadi pada zaman penjajahan..

19 tahun sebelum Indonesia merdeka..

 

Komite Hijaz yang aktornya adalah Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah..

Beliau adalah singa kebenaran..

Beliau adalah singa kebenaran..

Beliau adalah singa kebenaran..

Yang mengajarkan sikap tegas dan pantang menyerah..

 

Kiai Wahab Chasbullah adalah api tapi bukan sembarang api..

Mbah Wahab adalah api yang menyala-nyala..

Mbah Wahab adalah semangat yang berkobar-kobar..

 

Siapa yang memungut apinya..

Akan menyala dan berkobar untuk melanjutkan perjuangan beliau demi kejayaan Islam Nusantara..

 

Siapa yang tidak mengambil semangat beliau..

Hanya akan mendapatkan abunya sejarah..

Tidak akan bersemangat..

Dan akan malas untuk berjuang..

Hidupnya akan melempem..

Seperti kerupuk yang tak enak dimakan..

 

Pertanyaannya sekarang, kita yang berkumpul di sini akan mengambil apinya yang menyala? Atau ingin menjadi kerupuk yang melempem? Silahkan..

 

Inna hadzainahus sabila imma syakiron wa imma ghafuron

Nahdlatul Ulama..

Kita bangkit bersama Ulama..

 

Kenapa bintang jumlahnya banyak? 

Yang sembilan terang berseri..

Kenapa kita ikut Ulama?

Karena Ulama ahli waris Nabi..

 

Hubbul wathon minal iman..

Cinta kepada tanah air adalah bagian dari iman..

 

Kenapa kita harus cinta kepada bangsa dan Tanah Air? 

Kita semua minum air Indonesia menjadi darah kita..

Kita makan beras dan buah-buahan Indonesia menjadi daging kita..

Kita menghirup udara Indonesia menjadi nafas kita..

Kita bersujud di atas bumi Indonesia..

Berarti bumi Indonesia adalah sajadah kita..

Dan bila kita tiba saatnya mati..

Kita semua akan tidur dalam pelukan bumi Indonesia..

Daging kita yang hancur membusuk akan bersatu kembali dengan harumnya bumi Indonesia..

 

Jombang cintaku, Tambakberas sayangku..

Jejakku kutinggal di sini, tapi senyummu kubawa pergi..


Nasional Terbaru