• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 20 Juni 2024

Nasional

Gus Muwafiq: Haul adalah Mekanisme Edukasi Agama

Gus Muwafiq: Haul adalah Mekanisme Edukasi Agama
Gus Muwafiq dalam Haul ke-53 KH Wahab Hasbullah. (Foto: Tambakberas TV)
Gus Muwafiq dalam Haul ke-53 KH Wahab Hasbullah. (Foto: Tambakberas TV)

NU Online Jombang,
Pengasuh Pondok Pesantren pesantren Minggir, Sleman, KH Ahmad Muwafiq mendefinisikan haul sebagai mekanisme edukasi agama yang luar biasa, yang diwarisi oleh para ulama Jawa. Tujuannya agar siapa saja bisa mendoakan.


Hal itu ia sampaikan kala mengisi tausiyah dalam malam puncak peringatan haul KH Wahab Hasbullah ke-53 di halaman kantor yayasan ponpes Bahrul Ulum, Jombang pada Senin (20/5/2024).


“Bagi orang NU, semua orang itu harus didoakan. Doa adalah investasi yang luar biasa bagi siapapun, doa pasti akan sampai kepada orang yang didoakan,” katanya.


Kiai yang identik dengan rambut gondrong itu menyebutkan, doa tak hanya ditujukan kepada orang yang masih hidup saja melainkan bisa ditujukan kepada orang yang sudah meninggal.


“Siapa saja yang masih hidup harus mendoakan yang sudah meninggal, meskipun jaraknya sudah jauh. Salah satunya adalah dengan peringatan haul seperti ini,” ujarnya.


Kiai yang akrab disapa Gus Muwafiq ini juga menjelaskan, ulama dahulu jika ada apa-apa tidak akan terlepas dari Al-Qur’an, begitu juga dengan peringatan Haul dan tradisi kirim doa.


Gus Muwafiq berpendapat, peringatan haul ada dalilnya pada surat Al-hasyr ayat 10 yang berbunyi:


 وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ


Artinya, “Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”


Nasional Terbaru