• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 28 Februari 2024

Nasional

HARI SANTRI 2023

Gus Dhofir Zuhry: Setiap Manusia adalah Filsuf bagi Kehidupannya

Gus Dhofir Zuhry: Setiap Manusia adalah Filsuf bagi Kehidupannya
Bedah Buku Filsafat untuk Pemalas dalam rangka memperingati Hari Santri 2023 yang diselenggarakan oleh Mahad Al-Jamiah Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang di Aula Putra, Kamis (02/11/2023). (Foto: Mahad Al-Jamiah Tebuireng)
Bedah Buku Filsafat untuk Pemalas dalam rangka memperingati Hari Santri 2023 yang diselenggarakan oleh Mahad Al-Jamiah Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang di Aula Putra, Kamis (02/11/2023). (Foto: Mahad Al-Jamiah Tebuireng)

NU Online Jombang,

Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah Malang KH Achmad Dhofir Zuhry menyebut setiap manusia adalah filsuf bagi kehidupannya masing-masing. Maka, sebuah persoalan akan selesai mulai dari diri sendiri. Baik itu masalah yang kecil hingga saat ini.

 

"Filsafat itu tidak perlu bisa menyelesaikan masalah," katanya dalam acara Bedah Buku 'Filsafat untuk Pemalas' dalam rangka memperingati Hari Santri 2023 yang diselenggarakan oleh Ma'had Al-Jami'ah Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang di Aula Putra, Kamis (02/11/2023). 

 

Tapi, menurut pria yang juga Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Al-Farabi Malang itu, filsafat akan menyelesaikan persoalan sampai ke akar-akarnya sampai tuntas dengan cara yang paling benar. Karena sejatinya filsafat adalah akar. 

 

Kata Gus Dhofir, anak-anak muda santri Indonesia harus mempunyai akar yaitu akar keislaman, akar kebhinekaan, akar keindonesiaan, karena kalau tidak punya akar maka akan mudah terpengaruh. 

 

"Kita tidak bisa merubah keadaan tetapi cara berfikir kita bisa merubah keadaan," ujar Gus Dhofir, sapaannya. 

 

Sementara itu, Pengasuh Harian Ma'had Al-Jami'ah Ustadz Yayan Musthofa mengatakan bahwa keseharian telah menjadi filsafat dan filsafatlah yang bisa mengubah diri sendiri. 

 

"Oleh karena itu percayalah pada diri kamu sendiri agar orang lain dapat mempercayaimu," kata Ustadz Yayan, sapaan akrabnya. 

 

Ia menyebut, filsafat mengajak untuk menemukan makna setiap gerak hidup dan selalu mencari makna dalam hidup, sehingga apa yang nampak selalu berisi dan menemukan isi dalam diri sendiri. 

 

"Contoh sederhana seperti saat kita mengucapkan kata 'yang sabar ya', nah itu kan kata-kata biasa, tetapi jika kata itu diucapkan pada orang yang setelah ditinggal wafat, maka itu akan sangat bermakna, dan itulah makna filsafat dalam kehidupan," imbuhnya. 

 

Kontributor: Yunita Rahma Hidayati


Nasional Terbaru