• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 16 April 2024

Daerah

Santri di Darul Ulum Jombang Dilatih Jadi Presenter dan Penyiar Lewat Lomba

Santri di Darul Ulum Jombang Dilatih Jadi Presenter dan Penyiar Lewat Lomba
Salah satu Darul Ulum Jombang yang ikut lomba. (Foto: NU Online Jombang/Ira)
Salah satu Darul Ulum Jombang yang ikut lomba. (Foto: NU Online Jombang/Ira)

NU Online Jombang,
Lembaga Psikologi Darul Ulum (Lapsidu) Jombang menggelar lomba presenter dan penyiar bagi santri. Lomba ini sebagai upaya Lapsidu mengembangkan potensi atau bakat santri. Tema yang diusung adalah 'Dengan Lisan Membuka Hati, Membuka Pikiran’.


Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Pusat, Ruang Rapat, Lt 02, Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang ini diikuti oleh 11 peserta. Baik lomba presenter maupun penyiar. Mereka dari 11 unit pendidikan mulai dari tingkat pendidikan menengah pertama hingga menengah atas yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum.


Dian R Zuhdiyati, Ketua Lapsidu Jombang mengatakan, Lapsidu ingin menyedikan kesempatan untuk pengembangan potensi atau minat para santri. Dengan Lomba Presenter dan Penyiar ini, para santri bisa lebih belajar untuk percaya diri. Santri nantinya akan lebih bisa memahami bahwa mereka memiliki keistimewaan tersendiri.


“Pengembangan potensi atau minat bakat santri yang diaktualisasikan melalui lomba presenter dan penyair ini merupakan upaya balancing untuk para santri bisa lebih bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya," ungkapnya.


Presenter secara bahasa artinya “menyajikan” atau “menghadirkan”. Dari kata to present. Istilah presenter lebih sering digunakan untuk pembawa acara televisi. Sedangkan, penyiar secara bahasa artinya orang yang menyiarkan. Istilah penyiar lebih sering digunakan untu pembawa cara radio. Dalam bahasa Inggris, penyiar radio disebut radio announcer, radio presenter, dan radio host.


Perempuan yang kerap disapa Ning Dian ini menyampaikan, bahwa santri bisa berdaya dimulai sejak masuk pondok pesantren, bukan setelah lulus atau menjadi alumni. Di antara yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. 


"Ketika santri bisa meregulasi waktu mulai bangun tidur hingga akan tidur dan kemudian bisa regulasi emosi itu sebenarnya juga keberdayaan dari santri serta kebermanfaatan bagi santri untuk diri sendiri,” jelasnya.


Ketika santri bisa berdaya dengan sederet kemampuan yang dimiliki, sejatinya bukan hanya bermanfaat untuk pribadinya, tapi juga akan bermanfaat bagi orang lain. Para santri kemudian dapat menularkan pengetahuan kepada orang-orang di sekitarnya, memotivasi agar juga menjadi manusia yang berdaya.


“Jika santri itu berdaya dari pendidikan pondok pesantren, maka apapun yang dilakukan itu sebenarnya adalah untuk memberdayakan diri sendiri, berkaitan dengan bakat minat di pesantren juga memiliki kesempatan untuk memfasilitasi itu,” ujarnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut tim Lapsidu, dewan juri, dewan guru dari masing-masing unit lembaga pendidikan, peserta lomba dan supporter yang didelegasikan masing-masing lima orang pada setiap unit pendidikan di yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Pengumuman pemenang lomba akan diumumkan pada Ahad (16/10/2022).


Daerah Terbaru