• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Daerah

Pembinaan Literasi Lapsidu: Efek Terapi Menulis dalam Psikologi Sehatkan Mental

Pembinaan Literasi Lapsidu: Efek Terapi Menulis dalam Psikologi Sehatkan Mental
Pembinaan Literasi , Peringati Lomba Pekan Kesehatan Mental dan Hari Santri (Foto: NU Online Jombang/Ira Wahyu Wardhani)
Pembinaan Literasi , Peringati Lomba Pekan Kesehatan Mental dan Hari Santri (Foto: NU Online Jombang/Ira Wahyu Wardhani)

NU Online Jombang,

Dalam rangka memperingati lomba pekan kesehatan mental dan hari santri, Lembaga Psikologi Darul Ulum (Lapsidu) Jombang mengadakan pembinaan literasi bertajuk Journaling for Psychological Wellnes whilst at pesantren, Jumat (30/9/2022).

 

Bertempat di Kantor Pusat, Ruang Rapat, lantai 02, PP Darul Ulum Rejoso Jombang, kegiatan ini dihadiri oleh 33 peserta pembinaan dari 11 unit pendidikan. Mulai dari tingkat pendidikan menengah pertama hingga menengah atas.

 

Dian R Zuhdiyati, Ketua Lapsidu Jombang mengatakan, kegiatan pembinaan literasi ini diadakan untuk memperingati hari kesehatan mental dan hari santri yang kemudian dikemas dalam lomba pekan kesehatan mental santri.

 

"Pada bulan Oktober ini akan diadakan lomba-lomba untuk memperingatinya, salah satu lombanya adalah lomba menulis di hari santri," jelasnya.

 

Ia menambahkan, pembinaan literasi ini merupakan upaya dalam mempersiapkan santri mengikuti lomba menulis yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2022 mendatang.

 

Perempuan yang akrab disapa Ning Dian ini menyampaikan, pembinaan literasi masuk ke dalam program pengembangan bakat minat yang kemudian dibagi menjadi kelas-kelas sesuai bidangnya.

 

"Yang sudah terlaksana sebelumnya adalah beauty class. Selanjutnya yakni kelas menulis. Karena bersamaan dengan program pekan lomba, maka kelas pembinaan literasi ini menjadi upaya dalam menyiapkan pekan lomba. Sehingga, yang mengikuti kelas ini semuanya akan menjadi peserta lomba menulis di hari santri," paparnya.

 

“Kita memberikan materi tentang journaling dalam pembinan literasi ini, dimana anak-anak bisa menyampaikan apa yang dialami, apa yang dirasakan, kemudian tindakan apa yang dilakukan. Kita berikan dasar-dasarnya cara membuat jurnal yang baik dan memberikan efek terapi yang berkaitan dengan kesehatan mental,” ujar Ning Dian.

 

Ning Dian menjelaskan, efek terapi menulis dalam bidang psikologi menjadi salah satu yang sangat dianjurkan. Tidak semua bisa menulis, semua punya standar sendiri. Karena itu, ada standar sendiri yang ditentukan.

 

"Kami minta dari santri dalam pembinaan literasi ini, jadi anak-anak bisa cerita berdasarkan pengalaman. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari Darul Ulum sendiri, yaitu Ning Ihdina Sabili, beliau adalah penulis yang juga aktif berkecimpung di bidang literasi. Selain itu, Ning yiyin dan Ning Soraya Dimyathi juga turut membimbing anak-anak dalam pembinaan literasi ini,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ning Ihdina Sabili, pemateri Pembinaan Literasi ini mengatakan, pemilihan topik journaling ini ada kaitannya dengan psikologi. 

 

Ia menambahkan salah satu cara dalam merilis emosi atau permasalahan adalah dengan journaling atau menulis jurnal. Sehingga hal tersebut merupakan benang merah yang dihubungkan dengan literasi.

 

“Pertemuan pertama pembinaan terkait tentang dasar journaling, bukan hanya menulis. Namun Journaling bisa juga dengan menggambar, mind map, diary, saya juga membuat table jounaling ala saya sendiri dan memanage secara sederhana,” jelasnya.

 

Perempuan yang akrab dipanggil Ning Dina menjelaskan, isi dari journaling sederhananya meliputi, waktu, tempat, kejadian atau peristiwa, efek dan emosi yang dirasakan sampai pelajaran yang bisa diambil dalam tiap peristiwa.

 

“Sedangkan untuk pertemuan kedua, kami membina peserta dalam mengolah jurnal mentah yang dialami selama satu minggu kemudian diolah menjadi tulisan. Kami memberikan opsi pilihan kepada peserta, bisa dijadikan artikel atau cerpen dari jurnalnya,” ungkapnya.

 

Ning Dina mengatakan, karena peserta lebih condong menyukai fiksi, akhirnya journaling ini dibuat cerpen. Sehingga pada hari kedua difokuskan membuat cerpen, dengan praktik membuat paragraf pertama.

 

Antusiasme jelas terlihat dari para peserta. Sebagian dari mereka merasa emosinya tersalurkan dengan belajar menulis.

 

Sabrina Putri Amalia misalnya, peserta pembinaan literasi dari MA Unggulan Darul Ulum mengatakan, awalnya ia suka menulis buku harian atau diary karena itu merupakan pelampisan emosinya. Namun, setelah mengikuti pembinaan, ia jadi mengetahui bahwa menulis Diary bisa dikembangkan menjadi karangan.

 

"Excited karena ternyata menulis diary yang biasa dilakukan sehari-hari bisa dikembangkan menjadi tulisan atau karangan yang bisa dibaca banyak orang dan bisa menginspirasi," ungkapnya.

 

Menurutnya, suasana saat proses pembinaan literasi ini cukup tenang dalam ruangan. Namun dirinya mengaku emosinya bisa meledak dan merasa lebih dari senang," kata Sabrina, santri yang sekarang sudah kelas XI ini.

 

Sabrina mengharapkan dengan mengikuti kegiatan ini, ia nanti dapat mengolah kata dengan baik, memperbanyak diksi, dan bermimpi dapat mempunyai buku sendiri.

 

"Saya ingin bisa memiliki buku sendiri dengan nama saya tertera di buku itu," pungkasnya.


Daerah Terbaru