• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 23 Februari 2024

Daerah

Rais PCNU Jombang: Selain Mengenang Ibrah, Haul Juga Menjadi Ajang Silaturahim

Rais PCNU Jombang: Selain Mengenang Ibrah, Haul Juga Menjadi Ajang Silaturahim
Rais Syuriah PCNU Jombang KH Achmad Hasan dalam acara Haul ke-21 KH Achmad Nasrulloh Abdurrohim yang digelar di Pesantren As-Saidiyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada Sabtu (26/08/2023). (Foto: Tambakberas TV)
Rais Syuriah PCNU Jombang KH Achmad Hasan dalam acara Haul ke-21 KH Achmad Nasrulloh Abdurrohim yang digelar di Pesantren As-Saidiyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada Sabtu (26/08/2023). (Foto: Tambakberas TV)

NU Online Jombang,

Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, KH Achmad Hasan mengatakan bahwa selain sebagai mengenang ibrah (pelajaran), peringatan haul juga menjadi ajang silaturahim. 

 

Hal ini disampaikannya dalam acara Haul ke-21 KH Achmad Nasrulloh Abdurrohim yang digelar di Pesantren As-Sa'idiyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang pada Sabtu (26/8/2023). 

 

KH Achmad Hasan menjelaskan, di Tambakberas, semua kiai yang sudah meninggal terdapat daftar kalender haul di Bahrul Ulum. Semuanya berjumlah 30 haul dalam waktu satu tahun. 

 

"Nah ini selain kita mengambil ibrah dari manaqib (biografi) para almarhum, kita juga bersilaturahim. Karena di antara sarana birrul walidain kepada orang tua yang sudah meninggal adalah silaturahim," ujarnya. 

 

Silaturahim yang termaksud adalah dengan semua sanak dan kerabat yang berhubungan dengan almarhum. KH Achmad Hasan menyebut semua yang hadir adalah mempunyai hubungan dari KH Nasrulloh Abdurrohim. 

 

"Dengan demikian, meskipun tidak sering rapat, tapi ada haul ini otomatis bisa bertemu. Karena itu, haul ini harus dihidupkan terutama para masyayikh dan kiai," tuturnya. 

 

Sebab, lanjut dia, orang hidup itu mempunyai tugas menulis sejarah, membuat cerita. Apabila seseorang sudah meninggal, maka fisik menjadi fana (musnah), akan tetapi tulisan dan cerita-cerita yang baik akan tetap abadi. 

 

Maka, dengan haul, keluarga dapat mengenang cerita atau kisah yang bagus dari para almarhum termasuk Kiai Nasrullah, KH Achmad Hasan menyebut beliau termasuk kiai yang sangat dermawan.

 

"Kisah-kisah orang baik yang meninggal di dalam Al-Qur'an ini mendapat porsi yang besar. Jadi ayat paling banyak menceritakan para nabi disambung para ulama para solihin. Olek karena itu di Tambakberas tradisi haul sangat kuat," pungkasnya. 


Editor:

Daerah Terbaru