• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 28 Mei 2024

Daerah

Kreatif, MAN 3 Jombang Olah Sampah Jadi Barang Berharga

Kreatif, MAN 3 Jombang Olah Sampah Jadi Barang Berharga
Gedung MAN 3 Jombang. (Foto: NU Online Jombang)
Gedung MAN 3 Jombang. (Foto: NU Online Jombang)

NU Online Jombang,
Sebagai Madrasah Adiwiyata, kepedulian terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan tentu menjadi perhatian serius bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kabupaten Jombang. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme para siswa dan guru dalam mengolah sampah menjadi barang yang berharga, seperti membuat profcreat, ecobrick, sapu dari botol plastik, hingga disinfektan dari kulit jeruk nipis.


Pengolahan sampah bertujuan untuk membangun rasa kesadaran warga sekolah terhadap sampah, mengingat Indonesia merupakan negara penghasil sampah (anorganik) terbesar ke-3 di dunia.


Sofiudin menyampaikan, MAN 3 Jombang termasuk madrasah yang menghasilkan sampah tidak sedikit, baik sampah anorganik maupun organik. Namun, diakuinya sampai saat ini terkelola dengan baik, lantaran kesadaran akan keindahan dan kebersihan lingkungan sudah terbentuk dalam diri siswa-siswi dan guru.


"MAN 3 Jombang sendiri menghasilkan sampah sekitar satu hingga dua gerobak sampah per harinya. Sampah tersebut terdiri dari sampah anorganik seperti kantong plastik, botol plastik, kertas minyak, sterofoam, dan sebagainya, juga sampah organik seperti dedaunan dan ranting pohon. Sementara ini, sampah jenis botol plastik akan dipilah dari sampah lainnya yang kemudian disetorkan ke bank sampah,” ujar petugas kebersihan MAN 3 Jombang ini, Sabtu (10/9/2022).


Sebagai wujud kepedulian MAN 3 Jombang terhadap sampah, Sudarnoto, Wakil Kepala Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras) MAN 3 Jombang memberikan pengarahan kepada warga sekolah khususnya pada siswa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Salah satu upaya yang diterapkan adalah mengadakan pendampingan-pendampingan dalam pengolahan sampah pada siswa. Saat ini telah menghasilkan berbagai karya, seperti profcreat, ecobrick, hingga disinfektan.


Profcreat merupakan kerajinan vas bunga yang diolah dari botol kaca bekas. Botol kaca yang telah dibersihkan akan diberi tempelan kertas koran yang telah kering dari rendaman kopi. “Ide kami berawal dari kesulitan teman-teman dalam mengolah sampah botol kaca. Botol kaca yang diolah harus melalui permesinan, sehingga tidak semua orang dapat mengolah sampah (botol) kaca,” ujar Daffa siswa yang turut serta dalam pembuatan profcreat.


Memiliki konsep yang sama dengan profcreat, ecobrick merupakan kerajinan yang dibentuk dari penggunaan botol plastik bekas yang diisi dengan sampah kemasan plastik. Umumnya hasil dari kerajinan ini digunakan sebagai pengganti bata, namun Alodia dan Alma memilih menggunakan ecobrick untuk dijadikan pot bunga.


“Mengolah ecobrick menjadi pot bunga adalah inovasi yang menarik bagi kami. Kami berharap melalui ini (pembuatan ecobrick), teman-teman dapat termotivasi untuk turut andil dalam melestarikan lingkungan," ujar Alodia, siswa kelas akhir MAN 3 Jombang tersebut.


Selain diolah menjadi ecobrick, sampah botol plastik juga dapat diolah menjadi sapu. Cara pembuatannya dengan menggunakan alat serut membuat siswa antusias dalam menyerut botol plastik. Hasil dari serutan botol plastik akan dibuat menjadi ijuk pada sapu. “Seru sekali rasanya bisa mengolah botol plastik bekas menjadi sapu. ini adalah salah satu kerajinan yang uni yang pernah saya jumpai," kata Zaki, salah satu siswa yang mengikuti pelatihan pembuatan sapu dari botol plastik.


Selain mengolah sampah anorganik, siswa MAN 3 Jombang juga mengolah sampah organik. Mulai dari membuat pupuk cair dari limbah kulit nanas, hingga membuat disinfektan dari limbah kulit jeruk nipis. “Ide awal ini terbentuk melalui observasi Tim KIR MAN 3 Jombang yang menemukan penumpukan limbah kulit nanas dan kulit jeruk nipis di Kecamatan Jombang.


“Melalui pengolahan sampah, siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa kesadaran terhadap lingkungan. Semoga melalui ini siswa juga dapat termotivasi untuk meningkatkan kreativitas melalui kepekaan terhadap lingkungan,” harap Sudarnoto. 


Penulis: Muzakki Zakaria, Rishav Fitrah, Dimas Eksa Permadi, M. Zacky Rasyiiq, Zidan Rizky E

​​​​​​


Daerah Terbaru