• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 31 Mei 2024

Daerah

Gus Aik Dorong Pemerintah Lakukan Langkah Konkret Ini Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

Gus Aik Dorong Pemerintah Lakukan Langkah Konkret Ini Turunkan Harga Kebutuhan Pokok
Anggota DPRD Jawa Timur, H Ahmad Athoillah (Gus Aik). (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD Jawa Timur, H Ahmad Athoillah (Gus Aik). (Foto: Istimewa)

NU Online Jombang, 
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang lebaran ini, namun upaya tersebut masih belum membuahkan hasil, karena nyatanya harga kebutuhan pokok saat ini masih melonjak.


Anggota DPRD Jawa Timur, Agus H Ahmad Athoillah Haromain atau yang akrab disapa Gus Aik mengungkapkan pandangannya terkait fenomena peningkatan harga bahan pokok saat ini dan solusi yang dapat ditempuh.


"Kami mengetahui bahwa Pemprov Jawa Timur sering terjun langsung ke lapangan untuk memantau ketersediaan bahan pokok dan berupaya menstabilkan harga. Nyatanya, upaya yang dilakukan Pemprov Jatim ini masih belum menjadi solusi," ungkapnya, Ahad (17/3/2024). 


Seharusnya, sambung Gus Aik, selain turun langsung ke lapangan untuk memantau, akan lebih efektif jika Pemprov Jatim juga mencari akar permasalahannya. Apa yang telah terjadi sehingga harga bahan pokok mengalami kenaikan menjelang puasa hingga saat ini, mengingat musim panen akan tiba sebentar lagi.


Ia juga menerangkan, setidaknya ada beberapa upaya lain yang bisa dilakukan pemerintah. Upaya pertama adalah memaksimalkan kegiatan pasar murah dan diratakan ke seluruh wilayah kabupaten/kota se-Jawa Timur, dengan melihat aspek daya beli rendah.


"Kedua, pembagian stok barang kebutuhan pokok yang disebarluaskan secara merata di berbagai daerah, terutama di daerah terpencil yang jauh dari kepadatan kota," terang Gus Aik.


Selain itu, Ia juga mengemukakan bahwa dalam hal ini peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan sangat dibutuhkan untuk mengoordinasi seluruh wilayah kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kemudian dari tiap koordinator tersebut dapat dijadikan pengawas ketika ada indikasi pedagang yang sengaja memainkan harga bahan pokok.


"Kami berharap setelah Idul Fitri, Pemprov Jawa Timur melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bisa segera menindaklanjuti agar Ramadhan tahun depan masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan bahan pokok," pungkasnya.


Daerah Terbaru