• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 28 Februari 2024

Bahtsul Masail

Kewajiban Berantas Penyalahgunaan Narkoba, Hanya Berhenti di Aparat Pemerintah?

Kewajiban Berantas Penyalahgunaan Narkoba, Hanya Berhenti di Aparat Pemerintah?
Ilustrasi narkoba. (Foto: Freepik)
Ilustrasi narkoba. (Foto: Freepik)

Deskripsi Masalah:

Pemerintahan era Presiden Jokowi cukup banyak melakukan aksi dalam memerangi peredaran narkoba dan psikotropika. Seolah berbanding lurus, sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah, para pengedar narkoba tidak jera dalam melakukan aksinya. Barang-barang haram tersebut dewasa ini sudah tidak asing mulai pelosok kota sampai merambah ke pelosok desa. Bahkan di lembaga pendidikan dan pesantren sebagai benteng terakhir untuk membendung pergerakan peredaran narkoba juga kewalahan. Hal ini cukup meresahkan berbagai lapisan masyarakat karena peredaran narkoba dan psikotropika mempunyai modus yang rapi dan tidak mudah dideteksi.
(As’ilah dari LBM PCNU Jombang)


Pertanyaan: 

Wajibkah setiap orang Islam melakukan amar ma’ruf nahi mungkar terhadap pengguna, pengedar, dan pembuat narkoba dengan pertimbangan mudarat?


Jawaban:

Wajib, namun harus sesuai dengan konsep beramar ma’ruf nahi mungkar. 


Referensi:

رَوْضَةُ الطَّالِبِيْنَ وَعُمْدَةُ الْمُفْتِيْنَ (10/ 21
وَلَا يَخْتَصُّ الْأَمْرُ وَالنَّهْيُ بِأَصْحَابِ الْوِلَايَاتِ وَالْمَرَاتِبِ بَلْ ذَلِكَ ثَابِتٌ لِآحَادِ الْمُسْلِمِيْنَ وَوَاجِبٌ عَلَيْهِمْ


Artinya: Amar ma’ruf nahi mungkar tidak terkhusus bagi aparat atau pejabat, tetapi wajib juga bagi tiap-tiap orang Muslim.


إِحْيَاءُ عُلُوْمِ الدِّيْنِ 2/ 337
قَدْ ذَكَرْنَا دَرَجَاتِ الْأَمْرِ بِالْمَعْرُوْفِ وَأَنَّ أَوَّلَهُ التَّعْرِيْفُ وَثَانِيْهِ الْوَعْظُ وَثَالِثُهُ التَّخْشِيْنُ فِي الْقَوْلِ وَرَابِعُهُ الْمَنْعُ بِالْقَهْرِ فِي الْحَمْلِ عَلَى الْحَقِّ بِالضَّرْبِ وَالْعُقُوْبَةِ
والجائز من جملة ذلك مع السلاطين الرتبتان الأوليان وهما التعريف والوعظوأما المنع بالقهر فليس ذلك لآحاد الرعية مع السلطان فإن ذلك يحرك الفتنة ويهيج الشر ويكون ما يتولد منه من المحذور أكثر وأما التخشين في القول كقوله يا ظالم يا من لا يخاف الله وما يجري مجراه فذلك إن كان يحرك فتنة يتعدى شرها إلى غيره لم يجز وإن كان لا يخاف إلا على نفسه فهو جائز بل مندوب إليهفلقد كان من عادة السلف التعرض للأخطار والتصريح بالإنكار من غير مبالاة بهلاك المهجة والتعرض لأنواع العذاب لعلمهم بأن ذلك شهادة


Artinya: Tahapan amar ma’ruf nahi mungkar, pertama memberi tahu, kedua memberi nasihat atau mauidzah, ketiga berkata keras, keempat melarang dengan paksa saat mengarahkan kepada kebenaran dengan pukulan dan sanksi. 


Catatan:

  1. Penjelasan atau uraian di atas merupakan hasil bahtsul masail yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Jombang lintas kepengurusan dan dibukukan oleh PC LBMNU Jombang masa khidmah 2017-2022.
  2. Sumber yang dijadikan referensi dalam membahas topik terkait, sebagian tidak diterjemahkan secara utuh, hanya menerjemahkan poin-poin penting yang langsung menjelaskan topik.


Bahtsul Masail Terbaru