• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 27 Februari 2024

Daerah

Bagana Mojowarno, Gerak Cepat Evakuasi Sarang Tawon Endhas yang Meresahkan

Bagana Mojowarno, Gerak Cepat Evakuasi Sarang Tawon Endhas yang Meresahkan
Tindakan cepat Bagana Mojowarno menangani tawon endhas yang berada dekat di rumah warga (Foto: Dok. Bagana Mojowarno)
Tindakan cepat Bagana Mojowarno menangani tawon endhas yang berada dekat di rumah warga (Foto: Dok. Bagana Mojowarno)

NU Online Jombang,

Fenomena penyerangan tawon endhas atau lebah Vespa Affinis sedang marak terjadi di beberapa daerah, tak terkecuali di kawasan Jombang. Tercatat dalam setahun lebih dari 46 kasus yang ditangani oleh Banser Siaga Bencana (Bagana).

 

Tidak hanya sekadar membantu dan melayani masyarakat saat terjadi bencana banjir, gunung meletus, dan gempa bumi, Bagana juga bergerak cepat untuk mengevakuasi gangguan tawon yang meresahkan masyarakat. 

 

Pada Ahad (25/12/22) sore, tim Bagana kembali mendapatkan laporan untuk mengevakuasi sarang lebah yang berada di dua lokasi yakni kebun milik Taslim dan Hariono warga dusun Ngelo desa Gondek Kecamatan Mojowarno. 

 

Firru Auliya, salah satu tim eksekutor mengungkapkan, proses evakuasi dilakukan tim Bagana Mojowarno yang sebelumnya melakukan pengecekan lokasi dengan mempertimbangkan keselamatan dan kemungkinan yang terjadi saat proses evakuasi.

 

"Agar tidak ada kendala dan berjalan lancar, kami melakukan semua penanganan sesuai dengan prosedur. Tim yang terdiri dari saya (Firru.Red), pak Abdul Malik dan Sutiono serta dibantu juga oleh rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) setempat berhasil mengevakuasi sarang tawon berukuran 25 centimeter dan 30 centimeter," ungkap pria yang akrab disapa Firru itu.

 

Ia juga membeberkan kiat-kiat untuk menangani sarang tawon secara mandiri di rumah.

 

"Jika dalam keadaan yang mendesak, bisa dilakukan dengan menggunakan kapas atau karung yang telah dibubuhi minyak tanah atau bensin. Proses tersebut dilakukan pada malam hari. Namun, lebih disarankan untuk dilakukan oleh tim yang sudah berpengalaman," jelas dia kepada NU Online Jombang, Senin (26/12/22).

 

Saat ditanya tentang sosialisasi pencegahan dan penanganan sarang tawon oleh Bagana, pihaknya mengatakan belum ada sosialisasi lebih lanjut.

 

"Namun harapan dari Kepala satuan khusus (Kasatsus) Bagana komandan Emiel Muttaqin, kedepannya tim Bagana bisa memberikan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat terhadap bahaya dalam penanganan tawon atau lebah," katanya.

 

Pihaknya berharap, masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi ketika ada serangan tawon endhas

 

"Jika memang ada kejadian serangan tawon, eksekusi dilakukan malam hari saja, semoga tidak ada lagi kejadian seperti kemarin," harap dia.


Daerah Terbaru