• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 14 Agustus 2022

Daerah

Antisipasi Dini, Bagana Mojowarno Gelar Pelatihan Evakuasi Sarang Tawon

Antisipasi Dini, Bagana Mojowarno Gelar Pelatihan Evakuasi Sarang Tawon
Pelatihan evakuasi sarang tawon Bagana (Foto: Dok Bagana)
Pelatihan evakuasi sarang tawon Bagana (Foto: Dok Bagana)

NU Online Jombang,

Menindaklanjuti keluhan warga Mojowarno tentang maraknya tawon yang berkeliaran di rumah penduduk, mendapat reaksi cepat darit Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Tanggap Bencana (Bagana) Mojowarno dengan menyelenggarakan pelatihan evakuasi sarang tawon, Minggu (13/2/2022).

 

Pelatihan digelar di basecamp Bagana Mojowarno. Tepatnya, di Taman bunga autoretreat, dusun Blawen, desa Rejoslamet Mojowarno.

 

Dalam sambutannya, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Bagana Jombang, Muhammad Muttaqin menyampaikan, Bagana harus ahli dalam segala bidang dan punya banyak potensi yang harus digali serta dimaksimalkan dalam membantu masyarakat.

 

"Tugas Bagana, selain tanggap bencana, juga harus ahli dalam bidang lain yang dibutuhkan masyarakat," ungkap Muttaqin.

 

Pelatihan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh 15 tamu undangan dan diikuti 30 peserta. Pelatihan dibuka oleh Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Muhammad Hasan Ma'lum.

 

Dalam paparannya, Muhammad Hasan Ma'lum yang akrab dipanggil Hasan ini memaparkan, pelatihan ini adalah salah satu bentuk kepedulian Bagana dalam berkhidmah kepada NU dan Masyarakat.

 

"Disamping kendel atau punya keberanian, relawan NU juga harus kandel, artinya punya ilmu yang memadai," ujar pria alumni Universitas Darul Ulum ini.

 

Menurutnya, banyaknya pengaduan masyarakat tentang sarang tawon yang ada di lingkungan warga dikhawatirkan berbahaya dan meracuni mereka. 

 

Tujuan dari pelatihan ini untuk menambah ilmu dan wawasan para anggota Bagana Jombang agar bisa mengerti tentang sarang tawon dan cara mengevakuasinya dengan aman," jelasnya.

 

Dirinya berharap, para Anggota Bagana bisa menguasai ilmu dalam mengevakuasi sarang tawon. Sehingga, jika ada warga yg membutuhkan bantuan bisa segera dieksekusi, dengan catatan harus dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang memenuhi standar. Hal ini dilakukan supaya saat evakuasi bisa aman dan terhindar dari sengatan tawon.

 

Hasan menambahkan, usai pelatihan ini peserta langsung praktik evakuasi sarang tawon di kebun samping rumah warga desa Japanan, kecamatan Mojowarno.

 

Kontributor : Ali Purnomo

Editor : Fitriana


Daerah Terbaru