• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Kamis, 25 April 2024

Bahtsul Masail

Jangan Gunakan Sajadah Lebar yang Menyebabkan Shaf Shalat Berjamaah Renggang

Jangan Gunakan Sajadah Lebar yang Menyebabkan Shaf Shalat Berjamaah Renggang
Ilustrasi sajadah yang biasa digunakan dalam shalat. (Foto: Freepik)
Ilustrasi sajadah yang biasa digunakan dalam shalat. (Foto: Freepik)

Deskripsi Masalah:

Dalam melaksanakan shalat berjamaah di mushala atau masjid banyak para jamaah membawa sajadah sendiri dari rumah. Tidak jarang juga sajadah yang dibawa tersebut adalah sajadah yang lebarnya melebihi kebutuhan orang yang sholat (sajadah yang lebar sekali), sehingga shaf jamaah menjadi tidak rapat karena jamaah shalat yang berada di kanan kiri orang tersebut merasa sungkan untuk menginjak sajadah yang lebar tadi.


Pertanyaan:

Bagaimanakah hukumnya menggunakan sajadah lebar dalam shalat berjamaah di mushala atau masjid yang menyebabkan shaf tidak rapat?


Jawaban:

Haram, karena mengambil hak orang lain. Kecuali bila pemilik sajadah melipat sebagian sajadahnya atau mempersilakan (menyuruh merapat) pada orang yang berada di sampingnya.


Referensi:

الحاوى للفتاوى الجزء الأول ص: 143
لَيْسَ للإنسان فِي الْمَسْجِدِ إلَّا مَوْضِعُ قِيَامِهِ وَسُجُودِهِ وَجُلُوسِهِ ، وَمَا زَادَ عَلَى ذَلِكَ فَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ ، فَإِذَا بَسَطَ شَيْئًا لِيُصَلِّي عَلَيْهِ احْتَاجَ لِأَجْلِ سَعَةِ ثَوْبِهِ أَنْ يَبْسُطَ شَيْئاً كَبِيْرًا لِيَعُمَّ ثَوْبُهُ عَلَى سَجَادَتِهِ فَيَكُوْنُ فِي سَجَادَتِهِ اِتِّسَاعٌ خَارِجٌ فَيُمْسِكُ بِسَبَبِ ذَلِكَ مَوْضِعَ رَجُلَيْنِ أَوْ نَحْوِهِمَا إِنْ سَلِمَ مِنَ الكِبَرِ مِنْ أَنَّهُ لاَ يَضُمُّ إِلَى سَجَادَتِهِ أَحَدًا فَإِنْ لَمْ يَسْلَمْ مِنْ ذَلِكَ وَوَلَّى النَّاسَ عَنْهُ وَتَبَاعَدُوْا مِنْهُ هَيْبَةً لِكُمِّهِ وَثَوْبِهِ وَتَرَكَهُمْ هُوْ وَلَمْ يَأْمُرْهُمْ بِالقُرْبِ إِلَيْهِ فَيُمْسِكُ مَا هُوَ أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ فَيَكُوْنُ غَاصِبًا لِذَلِكَ الْقَدْرِ مِنَ المَسْجِدِ فَيَقَعُ بِسَبَبِ ذَلِكَ فِي المُحَرَّمِ المُتَّفَقِ عَلَيْهِ المَنْصُوْصِ عَنْ صَاحِبِ الشَّرِيْعَةِ صلوات الله عليه وسلامه قال عليه الصلاة والسلام من غصب شبرا من أرض طوقه الله يوم القيامة إلى سبع أرضين أو كما قال عليه الصلاة والسلام وذلك الموضع الذي أمسكه بسبب قماشه وسجادته ليس للمسلمين به حاجة في الغالب إلا في وقت الصلاة وهو في وقت الصلاة غاصب له فيقع في هذا الوعيد بسبب قماشه وسجادته وزيه فإن بعث سجادته إلى المسجد في أول الوقت أو قبله ففرشت له هناك وقعد هو إلى أن يمتلئ المسجد بالناس ثم يأتي غاصبا لذلك الموضع الذي عملت السجادة فيه لأنه ليس له أن يحجره وليس لأحد فيه إلا موضع صلاته انتهى


Artinya: Seseorang tidak memiliki hak di dalam masjid kecuali tempat berdiri, sujud dan duduknya, dan selain itu adalah hak orang-orang Muslim lainnya. Bagi seorang yang menggelar sajadahnya untuk shalat, dan karena besar pakaiannya, ia membutuhkan sajadah yang besar untuk mencakup pakaiannya, sehingga menggunakan tempat satu atau dua orang, bila ia tidak melipat atau mempersilakan orang lain untuk merapat, maka tidak diperbolehkan karena ia termasuk orang yang ghashab.


Catatan:

  1. Penjelasan atau uraian di atas merupakan hasil bahtsul masail yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Jombang.
  2. Sumber yang dijadikan referensi dalam membahas topik terkait, tidak diterjemahkan secara utuh, hanya menerjemahkan poin-poin penting yang langsung menjelaskan topik.


Bahtsul Masail Terbaru