• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Senin, 15 April 2024

Amaliyah NU

Niat dan Tata Cara Melaksanakan Shalat Tarawih

Niat dan Tata Cara Melaksanakan Shalat Tarawih
Ilustrasi shalat berjamaah. (Foto: Freepik)
Ilustrasi shalat berjamaah. (Foto: Freepik)

Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah yang dianjurkan dalam bulan puasa Ramadhan. Shalat Tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya, bisa dilakukan dengan cara berjamaah atau sendirian. Umumnya, masyarakat Muslim mengerjakan shalat Tarawih secara berjamaah di masjid, juga ditemui di mushala. Demikian ini memang sangat dianjurkan.


Rasulullah sendiri sangat memperhatikan betul terkait shalat Tarawih ini. Beliau tidak pernah meninggalkan shalat Tarawih selama hidupnya. Setelah wafat, amaliyah ini kemudian diteruskan oleh para sahabat dan umat Islam sampai sekarang.


Shalat Tarawih mempunyai faedah yang sangat besar bagi yang melaksanakannya. Sebagaimana yang disampaikan Rasulullah dalam Haditsnya:

 

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)


Artinya: Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘Alaih).


Tata Cara Shalat Tarawih

Sebagaimana disebutkan di atas, shalat Tarawih dapat dilaksanakan dengan berjamaah atau sendirian. Tidak banyak perbedaan dengan jenis shalat pada umumnya. Di antara perbedaannya terletak pada lafal niat. Lafal niat ini juga yang menjadi awal dalam tata cara melaksanakan shalat Tarawih.


Adapun lafal niat bagi imam: 


 أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

 

Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi ta’âlâ.


Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi imam karena Allah ta’âlâ.


Sedangkan lafal niat shalat Tarawih bagi makmum:


 أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى


Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillâhi ta’âlâ


Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, menjadi makmum karena Allah ta’âlâ.


Bagi masyarakat Muslim yang mengerjakan shalat Tarawih sendirian, melafalkan niat di atas tanpa menyertakan lafal imaman atau makmuman:


 أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى


Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta’âlâ


Artinya: Saya niat shalat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah ta’âlâ.


Bila diperinci secara detail, maka tata cara melaksanakan shalat Tarawih sebagai berikut:

  1.  Melafalkan niat shalat Tarawih
  2.  Taktakbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca surat Al-Fatihah
  5. Membaca surat-surat pendek 
  6. Ruku'
  7.  I’tidal atau berdiri untuk melakukan sujud
  8. Sujud
  9.  Iftirasy (Duduk di Antara Dua Sujud)
  10. Sujud Kedua
  11. Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
  12. Membaca surat Al-Fatihah
  13. Membaca surat-surat pendek
  14. Ruku'
  15. I'tidal
  16.  Sujud
  17. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
  18. Sujud kedua
  19. Tahiyat, membaca dua kalimat syahadat, membaca shalawat Ibrahimi
  20. Salam 


Terkait jumlah rakaat shalat Tarawih, ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan 36 rakaat, 8 rakaat, ada juga 20 rakaat. Masyarakat Muslim kebanyakan melaksanakan shalat Tarawih dengan 20 rakaat 10 salam sebagaimana mayoritas madzhab Syafi'i. Hal itu berdasarkan Hadits Rasulullah saw riwayat al-Baihaqi melalui jalur Ibnu Abbas:


 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ


Artinya: Sungguh Nabi Muhammad saw melakukan shalat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir.

 


Editor:

Amaliyah NU Terbaru