• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Selasa, 5 Juli 2022

Nasional

Profil Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar

Profil Rais 'Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar. (Foto: Istimewa)
KH Miftachul Akhyar. (Foto: Istimewa)

NU Online Jombang,
KH Miftachul Akhyar bin Abdul Ghani terpilih menjadi Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026. Keputusan itu dihasilkan dalam musyawarah 9 kiai sepuh NU yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan ditetapkan pada sidang Pleno IV Muktamar ke-34 NU di Universitas Lampung pada Jumat (24/12/2021) lalu.


KH Miftachul Akhyar merupakan putra ke-8 dari 13 bersaudara pengasuh pondok pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya. Kiai Miftach, sapaan akrabnya tercatat pernah belajar di berbagai pesantren NU seperti di Pondok Pesantren  Tambakberas, Pesantren Tebuireng, Pesantren Sidogiri, Pesantren Mranggen Demak, hingga Pondok Lasem Rembang, Jawa Tengah.


"Jadi kemungkinan di usia masih 8 tahun, lalu mondok. Mondoknya ini pernah ke Tambakberas," ungkap Kiai Miftach pada kanal Youtube NU Online yang diunggah sebelum Muktamar ke-34 NU.


Kiai Miftach mengatakan, setelah berada di Pondok Pesantren Tambakberas selama 3 tahun. Pada tahun 1967-1969, ia melanjutkan mondoknya di Sidogiri.


"Setelah mondok di Tambakberas dan Sidogiri, saya di rumah selama 1 tahun. Selama itu abah saya ya marah, kemudian saya sadar dan minta pesantren yang tidak ada sekolahnya. Akhirnya, saya masuk di Lasem tahun 1971," imbuh Kiai Miftach.


Kiai Miftach juga pernah menjadi wakil rais syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya (1978, 1980, 1985). Selang 5 tahun menjadi wakil rais syuriyah PCNU Surabaya, beliau menjadi wakil rais syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada tahun 1990-an.


Kemudian, Kiai Miftach menjadi rais syuriyah PWNU Jawa Timur pada tahun 2007-2013 dan 2013-2015. Tidak berhenti di PWNU Jawa Timur, beliau melanjutkan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan menjadi wakil rais 'aam (2015-2018). Serta menjabat sebagai pejabat sementara rais 'aam PBNU (2018-2021) menggantikan KH Ma'ruf Amin.


Tidak hanya itu, Kiai Miftach yang lahir pada 30 Juni 1953 M merupakan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025. Beliau juga merupakan pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.


KH Miftachul Akhyar, menjadi 500 Muslim berpengaruh di Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Center Amman, Yordania kategori Administration of religious Affairs.


Perlu diketahui, Kesembilan 9 kiai sepuh NU yang memilih kembali Miftach sebagai Rais Aam itu di antaranya Tuan Guru Turmudzi, KH Ma'ruf Amin, KH Mustofa Bisri, KH M. Anwar Mansur, KH Zainal Abidin, KH Nurul Huda Djazuli, KH Dimyati Rois, serta KH Miftachul Akhyar sendiri. 


Kontributor: Siti Ratna Sari
Editor: Ahmad 


Nasional Terbaru