• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 31 Mei 2024

Nasional

Momentum Tahun Politik, Katib 'Aam PBNU Dorong Nahdliyin Perkuat Ukhuwah

Momentum Tahun Politik, Katib 'Aam PBNU Dorong Nahdliyin Perkuat Ukhuwah
Katib 'Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori saat menyampaikan arahan dalam pelantikan bersama 13 MWCNU dan 130 PRNU Se-Jombang, Rabu (27/12/2023) di Gedung Serbaguna PCNU Jombang. (Foto: PCNU Jombang)
Katib 'Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori saat menyampaikan arahan dalam pelantikan bersama 13 MWCNU dan 130 PRNU Se-Jombang, Rabu (27/12/2023) di Gedung Serbaguna PCNU Jombang. (Foto: PCNU Jombang)

NU Online Jombang,
Di momentum tahun politik 2024, warga NU atau Nahdliyin diimbau untuk menguatkan ukhuwah (persaudaraan), baik itu ukhuwah Nahdliyah (persaudaraan antar warga NU), ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan antarumat Islam) maupun ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa).


Imbauan ini disampaikan oleh Katib 'Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori dalam amanatnya di acara pelantikan bersama 13 pengurus MWCNU dan 130 PRNU se-Kabupaten Jombang pada Rabu (27/12/2023) di Gedung Serbaguna PCNU Jombang.


"NU itu organisasi keagamaan terbesar, lebih dari 50% penduduk Indonesia merupakan warga NU. Sehingga warga NU yang mayoritas ini selalu menjadi sasaran empuk menjelang tahun politik," paparnya.


Karena itu, ia sangat mengharapkan warga NU tetap menjaga kondusivitas agar tidak menyebabkan perpecahan dan pertengkaran.


Selain itu, warga NU diharapkan tetap berpegang teguh pada prinsip Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), akhlaqul karimah dan cerdas membaca arah angin. "Jangan mudah terbawa angin, meskipun di tahun politik anginnya bertiup kencang," jelas Kiai Asrori, sapaan akrabnya.


Menurut dia, politik NU adalah politik tingkat tinggi (high political) karena perjuangan politik NU ialah mempertahankan keutuhan NKRI, stabilitas politik dalam negeri, keberpihakan terhadap NU. "Serta keberpihakan terhadap pondok pesantren," tuturnya.


Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa salah satu pilar Indonesia ialah adanya pondok pesantren, sedangkan pilar lainnya ialah adanya Nahdlatul Ulama.


"Untuk itu, semoga seluruh pengurus NU di Jombang betul-betul memperkuat basis kekuatan kita yakni pondok pesantren, dengan adanya pondok pesantren akan menjamin keberlangsungan NU," tandasnya.


Nasional Terbaru