• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Sabtu, 1 Oktober 2022

Nasional

Kiai Jamal dalam Kacamata Ketum PBNU: Penjaga 'Pohon Besar' NU

Kiai Jamal dalam Kacamata Ketum PBNU: Penjaga 'Pohon Besar' NU
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan KH Djamaluddin Ahmad (Kiai Jamal). (Foto: Istimewa)
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan KH Djamaluddin Ahmad (Kiai Jamal). (Foto: Istimewa)

NU Online Jombang,
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memandang sosok almarhum KH Djamaluddin Ahmad (Kiai Jamal) adalah penjaga 'pohon besar' NU. Analogi ini berdasar pada sosok pengasuh Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang itu yang semasa hidupnya merawat tradisi keulamaan, yakni melayani umat, mengisi jiwa dan hati umat dengan ilmu. 


"Kiai seperti Kiai Djamaluddin Ahmad inilah yang memelihara 'pohon besar' Nahdlatul Ulama, menjaga agar tetap rindang daunnya, tetap lebat buahnya, dan memastikan agar manisnya buah yang dihasilkan oleh 'pohon besar' NU sungguh-sungguh dinikmati oleh jamaah, dinikmati umat, dan dinikmati kemanusiaan," katanya saat memberikan sambutan pada peringatan tujuh hari wafatnya Kiai Jamal secara virtual, Rabu malam (2/3/2022).


Kiai Jamal adalah kiai yang tidak hanya fokus mengasuh pesantren dan santri. Namun, juga punya jamaah pengajian yang tidak sedikit di berbagai daerah. Dalam kondisi kesehatannya yang stabil, Kiai Jamal kerap kali dan bahkan punya rutinan mengisi pengajian di tengah jamaah-jamaah tersebut.

 

Baca juga: Menjelang Wafat, KH Djamal Minta Putranya Membacakan Surat Yasin


Hal itu menurut Gus Yahya, Kiai Jamal telah merawat dan bahkan membudayakan tradisi-tradisi seperti tradisi yang diwariskan oleh ulama-ulama NU dahulu. Mereka tidak sekadar bermanfaat untuk dirinya dan lingkungan sekitarnya, tetapi juga umat dalam skop yang lebih luas.


"Beliau semasa hidup secara disiplin dan dedikasi penuh menghadirkan nilai-nilai fundamental di dalam tradisi keulamaan NU. Yaitu khidmatul ilmi, berkhidmah melayani ilmu sejak ketika beliau belajar kepada guru-guru beliau. Juga dengan teguh mengasuh umat, membimbing umat," terangnya.


Ada spirit yang luar biasa dalam diri Kiai Jamal. Ini yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Bahwa Kiai Jamal mendedikasikan hidupnya dalam membina umat dengan ikhlas, tidak karena lantaran kebesaran dirinya, atau bahkan karena tak lepas dari perhatian umat, tidak, tetapi hanya ingin memperoleh ridha Allah swt.


"Semua itu dijalankan degan sungguh-sungguh, atas dasar ikhlas untuk memperoleh ridha Allah," ujar Gus Yahya.

 

Baca juga: Kiai Jamal: Guru ‘Besar’ yang Menolak Kebesaran Diri


Kontribusi Kiai Jamal sangat besar dalam membimbing umat. Melalui ceramahnya yang disampaikan dengan cara yang santun dan kontennya yang kebanyakan langsung menyentuh kebutuhan umat agar bisa lebih dekat kepada tuhannya, menjadi magnet kerinduan tersendiri bagi para jamaahnya.


"Kini, kewajiban kita untuk membalas, berupaya membalas sebisa-bisanya budi raksasa yang telah dipersembahkan oleh Kiai Djamaluddin Ahmad. Dengan berusaha menghidupkan apa yang dulu dihidupkan oleh Kiai Djamaluddin Ahmad, tradisi keulamaan pesantren, tradisi Nahdlatul Ulama," ajaknya.


Bahkan lebih dari itu, Gus Yahya mengajak untuk memproyeksikan apa yang menjadi prinsip-prinsip dalam khidmah Kiai Jamal di dalam sistem keorganisasian dari jamiyah NU itu sendiri.


"Jamiyah ini harus sungguh-sungguh bisa berfungsi nyata di dalam khidmatul ilmi, dan sungguh-sungguh menghadirkan para pengabdi, khudama yang ikhlas karena Allah swt," tuturnya.

 

Baca juga: Gus Salman: KH Djamaluddin Sosok Karismatik dan Teladan dalam Merawat Umat


Wafatnya Kiai Jamal adalah duka yang sangat mendalam bagi Gus Yahya. Umat sudah kehilangan seorang guru, pembimbing jiwa yang selama ini menjadi gantungan di dalam menentukan arah hidup di dunia ini.


"Kita semua berharap semoga keberkahan dari Kiai Jamal dengan segala ilmu dan karomahnya, sungguh-sungguh bisa menyebar kepada semua santri-santrinya, seluruh jamaah Nahdlatul Ulama, kita semua bisa mendapat bagian dari berkah itu," harapnya.


Editor:

Nasional Terbaru