• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Daerah

Menjelang Wafat, KH Djamal Minta Putranya Membacakan Surat Yasin

Menjelang Wafat, KH Djamal Minta Putranya Membacakan Surat Yasin
Jenazah KH Mochammad Djamaluddin Ahmad saat akan dimakamkan Foto : (NU Online/Ali Purnomo)
Jenazah KH Mochammad Djamaluddin Ahmad saat akan dimakamkan Foto : (NU Online/Ali Purnomo)

NU Online Jombang,

Pengasuh Pondok Pesantren Al Muhibbin Tambakberas, KH Mochammad Djamaluddin Ahmad wafat di rumahnya, Sambong Santren, Kamis (24/2/2022). Sebelum meninggal, KH Mochammad Djamaluddin Ahmad minta putra-putranya selalu membacakan surat Yasin di sampingnya. 

 

Hal ini disampaikan putra ke tiga, KH Mochammad Djamaluddin Ahmad, Gus M Idris Djamaluddin.

 

Gus idris menuturkan, Kiai yang lebih akrab disapa dengan Kiai Djamal itu meminta kepada putra-putranya untuk selalu dibacakan surat Yasin.

 

"Abah meminta kepada kami untuk membacakan surat Yasin. Setelah kami bacakan surat Yasin yang ke lima kali, tiba-tiba Abah menyuruh berhenti dan meminta diambilkan minum air putih yang segar. Hingga akhirnya, Abah menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis pukul 03.15 di rumah," tutur Gus Idris.

 

Menurutnya, Kiai Djamal meninggal akibat gangguan ginjal yang dideritanya.

 

"Saat diabetesnya normal, ada sedikit gangguan ginjal dan Abah melakukan perawatan rutin dengan dokter yang didatangkan ke rumah," terangnya kepada NU Online Jombang.

 

Semasa hidup, Kiai Djamal rutin mengisi kajian kitab Al Hikam di pondoknya.

 

Sosoknya yang kharismatik dan penyejuk bagi banyak masyarakat, sangat dikagumi baik di lingkungan Pondok maupun masyarakat luas.

 

KH Nurhadi yang tenar disapa Mbah Bolong pun angkat bicara tentang sosok Kiai Djamal. Ditemui saat melayat, ia mengatakan, Kiai Djamal merupakan sosok Kiai yang betul-betul Kiai. Kiai Djamal seperti guru besar baik dari cara mendidik, membimbing hingga mengarahkan ummat.

 

"Mbah kiai mengajari santrinya tentang keyakinan. Dari awalnya orang itu tidak yakin menjadi yakin," ujar Mbah Bolong.

 

Menurutnya, Kiai Djamal sering mengajarkan kepada santrinya tentang ilmu ikhlas.

 

"Lakukan segala segala sesuatu dengan ikhlas, apapun yang dijalankan dengan ikhlas akan membawa keberkahan. Begitu Kiai dawuh. Beliau juga tidak pernah membedakan santri-santrinya. Semua selalu diarahkan pada kebaikan sesuai dengan bidangnya," terangnya.

 

Menurutnya, saat nyantri di Kiai Djamal, dirinya adalah santri yang nakal. Tapi Kiai Djamal mengetahui kelebihannya sehingga ia diarahkan ke arah yang lebih baik.

 

"Saya dulu nakal saat nyantri ke beliau. Tapi, mbah Kiai tahu kalau saya punya kelebihan di panggung. Akhirnya saya diarahkan menjadi Mubaligh panggung agar barokah. Semoga Kiai Djamal mendapatkan maghfiroh, diterima amal baiknya dan khusnul khotimah. Amin," pungkasnya.

 

Kontributor : Ali Purnomo


Daerah Terbaru