Home Warta Daerah Laporan Keuangan Bahtsul Masail Nasional Pengurus BMT NU Fiqih Opini Keislaman Amaliyah NU Khutbah Ekonomi Nyantri BMT NU

Humor: PPKM Tak Perlu Diperpanjang Lagi

Humor: PPKM Tak Perlu Diperpanjang Lagi
Ilustrasi humor. (Foto: NU Online)
Ilustrasi humor. (Foto: NU Online)

Kebijakan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada Madun, seorang pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun Kota Santri. Sebelum PPKM, ia cukup mudah mengambil keuntungan bersih 100 ribu hingga 150 ribu setiap harinya.

Kurang lebih sudah satu bulan dirinya tak lagi jualan di tempat semula. Mula-mula jualan, Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP) kerap kali menyisir para pedagang, mengimbau untuk sementara tidak berjualan di kawasan alun-alun, karena dikhawatirkan menimbulkan kerumunan, sehingga sebaran Covid-19 makin menjadi-jadi.

"Jal, kapan ya PPKM yang berlevel-level ini selesai dan tak diperpanjang lagi. Susah cari duit kalau begini terus," kata Madun kepada teman dekatnya, Rijal.

Rijal menyampaikan, terkait PPKM tak perlu terlalu dipikirkan. Karena menurutnya kebijakan tersebut tidak mungkin diperpanjang lagi.

"Sudah lah Dun, kalau kita cuma mikirin itu bisa rontok rambut ini, botak kita nanti. PPKM juga tidak akan pernah diperpanjang kok," jawabnya meyakinkan Madun.

"Owhhh iya, syukurlah kalau begitu, berarti kita bisa dagangan lagi," timpal Madun.

Rijal kemudian mengingat-ingat waktu dan tahapan pemerintah memperpanjang PPKM.

"Dun, pemerintah memperpanjang PPKM kemarin mulai 26 Juli sampai 2 Agustus, lalu dari tanggal 3 sampai 9 Agustus. Yang terbaru ini dari tanggal 10 sampai 16 Agustus," ungkapnya.

"Maksudnya?" tanya Madun.

"Iya, setiap kali diperpanjang rentang waktunya satu minggu-satu minggu, bukan per bulan Dun. Dan jangan sampai itu terjadi karena sudah panjang. Jadi sementara masih sama Dun, perpanjangannya per tujuh hari, hahahahaha," ujarnya sembari ketawa.

"Ah, kamu ini bercanda terus," ucap Madun.

Humor Lainnya

terpopuler

rekomendasi