Home Warta Daerah Laporan Keuangan Bahtsul Masail Nasional Pengurus BMT NU Fiqih Opini Keislaman Amaliyah NU Khutbah Ekonomi Nyantri BMT NU

Akhirnya, Bupati pun Mundur

Akhirnya, Bupati pun Mundur
Ilustrasi humor. (Foto: freepik)
Ilustrasi humor. (Foto: freepik)

Menjadi seorang kepala daerah tentu harus siap dengan jam terbang yang sangat tinggi. Bisa saja dalam satu hari harus menghadiri 6 hingga 8 kegiatan. Itupun dengan jarak tempuh yang tidak dekat.

Demikian yang dirasakan Maimuna, seorang bupati di kota yang lumayan besar. Lebih dari 20 kecamatan adalah kawasan yang menjadi objek kepemimpinannya.

Suatu hari sekitar pukul 09:00 WIB, perempuan berusia 45 itu dijadwal menghadiri peluncuran usaha milik desa yang sangat berpotensi menambah kas desa. Bupati perempuan pertama di daerah inipun masuk mobil dinasnya diantar supir pribadi dan didampingi beberapa asisten bupati.

Perjalanan cukup cepat, karena jarak antara rumah dinas dan pusat acara tidak begitu jauh. Sekitar 20 menit, rombongan orang nomor satu di pemerintahan level kabupaten ini akhirnya sampai. Para tamu undangan bersiap menyambutnya. Mereka tampak berdiri berjejer rapi menunggu bupati keluar dari mobilnya.

Supir mobil dinas itu akhirnya mencari kawasan parkir yang tidak begitu banyak kendaraan, baik motor maupun mobil para undangan. Sehingga begitu acara rampung, sopir dengan mudah menghampiri bupati dan rombongan di depan pintu masuk acara.

"Terus, mundur bu, mundur," kata petugas parkir saat mengatur arah mobil dinas yang hendak menuju tempat parkir.

Supir atas nama Tohir langsung menimpali juru parkir itu di dalam mobil. "Baru kali ini ada orang yang berani ngomong langsung menyuruh bupati mundur, hehehe," ucapnya sembari ketawa.

"He he he he," bupati pun tersenyum.

(Syamsul Arifin) 

Humor Lainnya

terpopuler

rekomendasi