• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Minggu, 10 Desember 2023

Daerah

Wakil Ketua PCNU Jombang: Santri Tidak Boleh Meminta dan Tidak Boleh Menolak

Wakil Ketua PCNU Jombang: Santri Tidak Boleh Meminta dan Tidak Boleh Menolak
Wakil Ketua PCNU Jombang KH Hadi Saifuddin dalam acara Seminar Nasional oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jombang Kota yang digelar di Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang pada Sabtu (09/09/2023). (Foto: PAC IPNU IPPNU Jombang)
Wakil Ketua PCNU Jombang KH Hadi Saifuddin dalam acara Seminar Nasional oleh PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jombang Kota yang digelar di Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang pada Sabtu (09/09/2023). (Foto: PAC IPNU IPPNU Jombang)

NU Online Jombang,

Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, KH Hadi Saifuddin memberikan sebuah pesan kepada kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). 

 

Pesan itu adalah sebagaimana para santri, kader IPNU-IPPNU tidak boleh njaluk (meminta) dan tidak boleh menolak. Juga tidak meminta dan tidak menolak. 

 

Hal ini ia sampaikan dalam acara Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Jombang Kota yang digelar di Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang pada Sabtu (09/09/2023). 

 

"Rekan-rekanita juga demikian, di NU tidak usah njaluk tidak usah nolak. Tetapi kami sarankan di IPNU-IPPNU nanti saat konferensi jangan kemudian tidak ada kader lagi. Ketua kok pancet (tetap). Tidak boleh," katanya. 

 

Karena, lanjut dia, IPNU-IPPNU adalah organisasi pengkaderan yang harus dari waktu ke waktu memiliki estafet kepemimpinan karena kadernya banyak. Namun kalau sudah masuk NU, artinya sudah jadi organisasi pengabdian.

 

"Saat ini IPNU-IPPNU konsentrasi saja di pengembangan diri organisasi. Karena inilah salah satu cara yang akan mengantarkan Anda meraih yang diharapkan," ujarnya. 

 

Ia menerangkan, serius kuliah dan mondok saja tidak cukup kalau tidak diikuti aktif di organisasi. Pada akhirnya, tokoh-tokoh di NU yang kemudian bisa mencapai pusat adalah yang rata-rata pernah berkecimpung di organisasi. 

 

"Manfaatkan IPNU-IPPNU, karena saat ini anda punya usia di situ. Nanti kalau sudah lewat, tidak mungkin kembali ke IPNU-IPPNU. Mungkin kalau tidak karena IPNU-IPPNU, mungkin saya tidak berdiri di depan Anda," pungkasnya. 


Editor:

Daerah Terbaru