• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Senin, 15 April 2024

Daerah

HARI SANTRI 2022

Hari Santri 2022, Ansor Bareng Jombang Rawat Seni Al-Banjari melalui Festival

Hari Santri 2022, Ansor Bareng Jombang Rawat Seni Al-Banjari melalui Festival
Suasana festival seni Al-Banjari. (Foto: Dok panitia)
Suasana festival seni Al-Banjari. (Foto: Dok panitia)

NU Online Jombang, 
Lantunan shalawat nabi berkumandang, irama alat musik rebana yang senada menjadikan suasana begitu sejuk. Itulah kiranya gambaran acara Festival Al-Banjari yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang Ahad (16/10/2022) di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat. 


Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri itu, diikuti oleh 25 grup dari tingkatan Sekolah Dasar (SD), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan umum se-Bareng.


Ketua PAC GP Ansor Bareng M.Muizzuddin Luthfi menjelaskan tentang alasan digelarnya Festival Al-Banjar. Menurutnya, seni Al-Banjari saat ini kian digemari oleh berbagai kalangan. Karena itu, Ansor harus hadir untuk memberikan apresiasi sekaligus pembinaan melalui lomba agar potensi tersebut makin berkembang.


"Jadi, kami memilih acara tersebut karena shalawat Al-Banjari merupakan salah satu musik seni religi yang familiar di kalangan santri. Selain itu festival ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap apa yang sudah mereka pelajari dalam bermain musik, harus dikembangkan harus dibudayakan," jelasnya kepada NU Online Jombang, Senin (17/10/2022).


Festival Al-Banjari juga merupakan langkah dalam merawat seni musik tradisional agar tidak digeser oleh seni-seni modern.  "Festival ini bukan hanya acara biasa, tetapi juga bertujuan menengok potensi dari sumberdaya yang ada khususnya di Kecamatan Bareng," tuturnya. 


Ia mengungkapkan, dalam festival tersebut ada beberapa kriteria penilaian juri. Salah satunya membawakan lagu wajib shalawat Nahdliyin dan satu lagu bebas. 


"Dalam festival tersebut bertindak sebagai juri yakni Ustadz Siswanto, Tohari dan Ferangga. Mereka memberikan waktu penampilan maksimal 10 menit, dan penilaian juga dilihat dari kekompakan pukulan rebana, adab dan vokal," ungkap pria asal Ngrimbi, Bareng itu. 


Ia berharap, acara semacam ini tidak hanya digelar kali ini saja, tapi berlanjut di momentum-momentum lainnya, agar seni Al-Banjari dan hadrah terus berkembang di Kecamatan Bareng.


Perlu diketahui pemenang festival Al-Banjari tingkat SD dan TPQ yakni juara satu SDN 1 Gelaran dengan perolehan poin 241,5, juara dua As Syuhada dengan poin 240, juara tiga Syubbanul Falah dengan poin 239. Sedangkan juara satu umum yaitu Al Muzakki dengan poin 256,5 dan juara dua Al Ilmi dengan poin 255,5.


Daerah Terbaru